Indahnya Ikhlas
Oleh: Elva Tazar *)
Bagaimana Perasaanmu saat orang yang kau tolong jangankan mengucapkan terimakasih malah balik menghujatmu bahkan menfitnahmu?. Sakit nya tuh disini, di hati yang paling dalam bagaikan luka yang tersiram air cuka. Saakit banget.
Ini yang aku rasakan, aku tak akan menceritakan apa masalahnya biarlah hanya Allah yang tau kisahnya. Awalnya aku merasa terzholimi, emosi dan marah karena firnah ini. Tidak bisa tidur, jantung berdebar lebih kencang kepala pusing, perut mual tentu saja semua ini karena sakit hati menghadapi manusia manusia yang tidak tau berterima makasih. Pantas saja Allah murka sama manusia yang tidak tau bersyukur kufur nikmat. Mendustai nikmat Allah dengan berpaling dari Allah.
Aku manusia biasa, punya hati dan rasa. Aku juga tak ingin disanjung karena aku tau semua terjadi atas izin Allah.
Alhamdulillah, Allah tak membiarkan aku berlama lama tersiksa oleh rasa kecewaku, dengan ilmu Ikhlas. Yaa ilmu yang saat ini harus aku praktekkan.
Bukankah aku sering ceramah tentang Ikhlas , nah sekaranglah saatnya aku amalkan. Tak perlu kecewa jika amal kita karena Allah. Jangan mengharapkan apresiasi kalau tujuan kita Allah. Jangan mendambakan pujian kalau tujuan kita Allah, jangan bermimpi mendapatkan penghargaan manusia.
Tapi mereka menfitnahku, mereka berbohong, mereka. Eit istigfar siapa dirimu? Para Anbiya manusia mulia pun diuji Allah dengan ujian yang sangat berat. Para Nabi di fitnah, dihina, dan dicaci tidak ada apa apanya ujian kita dibandingkan ujian para penyampai Risalah Allah. Mereka dihujat, dihina, difitnah namun semua itulah yang membuat mereka dimuliakan Allah. Ingat masuk surga itu tidak mudah kita kudu diuji dulu. Yuk baca surat cinta dari Allah;
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2)
"Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 3)
Masha Allah membaca ayat ini, hati pun terasa lumer, sungguh fitnah itu ujian dan menghadapinya harus dengan Sabar dan Ikhlas. Ikhlas adalah amalan yang tujuannya Allah titik.
Dan pagi ini ilmu itu aku dapat dengan cara yang sangat sederhana, ketika bangun tidur aku buang air besar, usai BAB aku tak pernah ingin tau apakah yang keluar itu sampah sate, sayur, buah, nasi dan ikan yang aku kosumsi kemarin.
Tidak, aku tak peduli langsung aku siram dan melupakan apa isi kotoranku. Walaupun agak sedikit jorok tapi apa pun bisa jadi Ilmu. Menurutku itulah Ikhlas ketika kita sudah menolong orang, lupakan jangan mengharapkan balasan apa pun, jika dipuji jangan terbang kalau di fitnah dihina jangan terempas.
Tidak usah dipikirin adalagi marah dan kecewa. Rugi, badan sakit karena mikir, amalan tertolak karena masih peduli dengan penilaian manusia. Waduh.. sungguh tak mudah tentunya, bagaikan menolong Anjing terjepit setelah ditolong malah menggigit.
Jangan kaget begitulah sifat manusia yang tak punya hati dan pikiran yang sehat. Terimalah semua itu dengan sabar dan tetap bahagia karena Allah sedang mengangkat derajatmu lebih tinggi lagi. Ujian sarjana saja berat apa lagi ujian naik derajat disisi Allah tentulah tidak mudah.
Masha Allah ! Andai kita tau ilmu IIkhlas tak akan pernah kepala kita cekot cekot atau darah tinggi karena menghadapi manusia manusia tak tau berterimakasih pada manusia apalagi bersyukur pada Allah.
Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah, biarkan siapa pun yang sedang diuji oleh fitnah dan kedustaaan merasa bahagia karena sejatinya mereka sedang proses naik derajat disisiMu. Maha suci Kau ya Allah. Jadikan Kami hambaMu yang Ikhlas.
Sidoarjo, 23 Juni 2021
*) Penulis Novel Amak
Ig@elvatazar

Komentar