Bidadari Surgaku
Pelupa inilah penyakit yang paling menyebalkan. Ini sering terjadi kunci mobil biasanya yang paling sering hilang dan juga Handphone. Nah, kejadiannya beberapa hari yang lalu Handphoneku nga tau ada dimana, akhirnya aku ambil Handphone suamiku agar bisa nelpon Handphoneku yang ketelingsut.
Aku cari nomor kontak yang ada di Handphone suamiku. Memang sudah lama aku tak buka HP suami, karena aku bukanlah istri yang punya bakat intel cari tau isi HP suami. Namun tak ada namaku biasanya tertulis "Mama".
Lalu aku cek dipanggilan terbaru disitu tertulis "Bidadari Surgaku". Tiba tiba jantungku berdegub kencang, bergemuruh bagaikan gunung api yang mau meledak. Sering sekali suamiku telpon ke kontak "Bidadari Surgaku".
Hari ini saja 7 kali belum tanggal kemarin. Astagfirullah, Apakah suamiku selingkuh? Segala pikiran buruk mulai menghantui pikiranku, aku bahkan lupa untuk mencari HPku yang belum ketemu. Aku duduk lemas dikasur, rasanya tak percaya suamiku yang begitu penyanyang dan setia tega menghianatiku. Ya Allah, ternyata aku selama ini tertipu.
Tak terasa airmata mulai mengalir, Siapakah "Bidadari Surgaku" ? Aku saja istrinya tak pernah sekali pun suamiku memanggilku dengan panggilan yang begitu mulai "Bidadari surga". Suamiku memang pelit pujian tapi bagiku tak masalah asal tidak selingkuh.
Aku harus telepon pelakor ini. Tanganku menggigil, aku coba menata hati, jika pelakor itu menerima dan mengira dari suamiku. Apa yang harus aku katakan. Aku berpikir sesaat, aku akan bertanya padanya, "Sejak kapan kalian selingkuh?" Atau akan aku maki, "Dasar Perempuan Jalang.." atau memohon untuk tidak mengganggu rumahtanggaku. Aku benar benar bingung harus bicara apa dengan perempuan misterius "Bidadari Surgaku" . Mataku mulai basah. Aku menangis aku tak peduli lagi dengan HPku yang belum ketemu.
Akhirnya aku putuskan untuk menelepon nomor kontak itu. Degub jantungku kian kencang. Aku harus telepon selingkuhan suamiku. Aku akan tanya baik baik apa benar dia selingkuhan suamiku atau mereka sudah nikah. Aku tau bahwa poligami halal tapi itu kan solusi jika ada masalah misalnya istri tidak bisa berikan keturunan. Aku istri yang subur kalau tidak ditahan bisa selusin anakku. Pokoknya
Aku akan minta cerai, bagiku hati hanya satu tak akan bisa dibagi dua. Jika suamiku sudah berbagi hati lebih baik aku yang mengalah. Ternyata pernikahan yang panjang tak menjamin kesetiaan dalam rumahtangga.
Dengan tangan gemetar aku tekan kontak "Bidadari surgaku" Badanku panas dingin menunggu nada sambung.. Namun tiba tiba aku mendengar suara nada HPku melodi "ayat ayat cinta". Aku tak peduli lagi dengan HPku, aku terus menunggu perempuan itu menjawab panggilan HP suamiku. Namun tak diangkat.
Sambil aku mencari HPku yang terus berdering ternyata dibawah tempat tidur. Aku ambil HPku. Masha Allah, ternyata "Bidadari surgaku" adalah nomor handphoneku, jadi si " Bidadari surgaku". Adalah nama kontak HPku.
Astaghfirullah, Aku malu sekali dan menyesali diriku sendiri, mengapa aku sampai berpikir negatif hingga buruk sangka pada suamiku.
Perasaan lega dan merasa berdosa bercampur aduk. Aku telah menduga suamiku selingkuh. Berkali-kali aku istigfar memohon ampun. Ya Allah.. Padahal aku tak pernah nonton sinetron. Kok bisa bisanya pikiranku menghayal mengarang cerita sejauh itu.
Saat suamiku masuk ke kamar buru buru aku peluk suamiku, "Maafkan aku yaa sayang, aku baru saja berpikiran jelek padamu. Terimakasih Pangeran Surgaku.."
Suamiku menatap Bingung, heran mengapa aku tiba tiba meminta maaf. Aku tak ingin menjelaskan apa pun biarlah semua ini aku jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk selalu positif thingking.
Bukankah Allah sudah mengingatkan hambaNya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, (QS. Al-Hujarat ayat 12)
Bahkan Rasulullah bersabda; Hati hatilah kalian dari prasangka buruk karena prasangka buruk itu adalah ucapan yang paling dusta. Astagfirullah. Maafkan aku suamiku. Ampuni aku ya Allah.
Elva Tazar, Ig@elvatazar
Penulis Novel Amak

Komentar