Rabu, 17 Juni 2026 | 18:11
NEWS

100 Hari Listyo Sigit Pimpin Polri, Ini Catatan dari Strategi Institute

100 Hari Listyo Sigit Pimpin Polri, Ini Catatan dari Strategi Institute
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok Istimewa)

ASKARA - Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menjalankan tugas selama 100 hari memimpin Polri. Sejumlah catatan diberikan terhadap program unggulan dan kebijakan yang dikeluarkan mantan Kabareskrim itu, salah satunya dari Strategi Institute. 

Direktur Eksekutif Strategi Institute, Anthony Danar mengatakan, yang perlu diperhatikan Listyo Sigit adalah bagaimana memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas serta masyarakat lokal untuk mengatasi keamanan dan ketertiban di sejumlah wilayah.

“Perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan peran dari Bhabinkamtibmas juga masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilyahnya, program Polisi RW yang 2013 lalu pernah dikembangkan di Polsek Tanah Abang dan selanjutnya di Polres Jakarta Pusat, juga yang sekarang tengah dijalankan seperti kampung tangguh, perlu dikembangkan lagi serta dimanfaatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Anthony, melalui keterangan tertulis, Minggu (9/4).

Menurutnya, program-program itu bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lagi, baik dalam pencegahan penyebaran Covid-19 juga untuk tujuan lain yang terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mantan aktivis reformasi 1998 itu juga memberikan apresiasi kepada Listyo Sigit yang tidak terlalu terburu-buru dalam mengeluarkan perintah pasca ditetapkannya kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai teroris di Papua.

“Kapolri mungkin paham betul psikologi masyarakat Papua, oleh karena itu dia tidak terburu-buru untuk mengeluarkan instruksi melakukan operasi anti-teroris ke Papua, apa yang dilakukan dengan menambah kuota penerimaan anggota Polri dan SIP dari putra putri asli Papua, itu langkah tepat dan baik yang dilakukannya, membuka peran bagi anak-anak Papua untuk terlibat dalam menjaga kemanan dan ketertib sebagai anggota Polri,” terang Anthony.

Apresiasi lain juga disampaikan Anthony terkait penataan organisasi di internal Polri yang berdampak pada rencana pembentukan 84 Polsek baru, juga terhadap viritual police (VP) yang dianggap membantu membangun kesadaran literasi digital.

“VP itu kan baik, seperti diketahui dan sudah sering dibahas, minimnya literasi digital berdampak pada maraknya penyebaran hoaks. Nah, VP atau polisi virtual ini terbosan dan inovasi cerdas, bisa dilihat sebagai salah satu upaya untuk membangun kesadaran atau melek literasi digital, kami berharap ini bisa menekan penyebaran hoaks ataupun ujaran kebencian di dunia maya atau medsos,” pungkas Anthony.

Komentar