Rabu, 17 Juni 2026 | 15:29
OPINI

Cara Meningkatkan Kharisma !

Cara Meningkatkan Kharisma !
Soekarno kala muda

Apabila anda ingin jadi Selebritis/Pemimpin anda harus memiliki kharisma. Pejabat tinggi maupun seorang konglomerat sekalipun belum tentu ia memiliki charisma. Maklum seorang yang berkarisma dapat membangkitkan rasa kagum dan juga pemujaan dari masyarakat kepada dirinya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini belum ada pemimpin Indonesia yang memiliki kharisma seperti Bung Karno. Maka tidaklah heran apabila Bung Karno disejajarkan dengan pemimpin-pemimpin kaliber dunia lainnya yang memiliki kharisma misalnya Fidel Castro, Nelson Mandela, JF. Kennedy, Barack Obama.

Kata kharisma ini diserap dari kata Kharis dalam bahasa Yunani yang berarti karunia dari Tuhan.  Menurut Alkitab hal ini terjadi pada saat para Rasul diberikan Karunia = Kharisma, sehingga mereka mampu berpidato dengan sangat memukau di hadapan orang banyak.

Namun kata Kharisma sekarang ini sudah menjadi kata yang umun. Kata yang tidak ada kaitannya lagi dengan hal keagamaan. Kata kharisma bisa di definisikan dengan baik dalam arti kata Sima (bahasa Sunda).

Kata “Sima”, yang bermakna ‘karisma’, ‘aura’, ‘wibawa, dan sejenisnya. Maka dari itu kharisma bisa disamakan dengan kata SIMA (mantera) dalam bahasa Sunda.  Sima sering dikaitkan dengan “Maung” (harimau, macan) dalam bahasa Jawa Sima.

Ini tentunya disebabkan “maung” selalu membuat manusia “terkejut”, “termangu-mangu”, “kasima” lantaran “karisma”-nya.  Dari sini, muncul kata kerja pasif “kasima”, yang bermakna harfiah , ‘terpana’, ‘terpesona’, ‘terkejut sekali’, ‘hilang akal’, ‘tak bisa berkata-kata’, dan seterusnya.

Mereka yang memiliki kharisma pada umumnya adalah seorang pendongen yang ulung yang dapat membuat para pendengarnya terpukau dan betah mendengarnnya ataupun membacanya! Disamping itu mereka memiliki Pe-De yang overdosis sehingga percikan-percikan bisa meyakinkan para pendengarnya dan langsung timbul keyakinan I Will Follow Him !

Seseorang yang karismatik biasanya memiliki tingkat narsisme yang yang sangat tinggi, Namun dapat menarik perhatian seluruh orang. Ia seolah-olah menyerap energi orang dan ruangan, lalu memancarkannya kembali berlipat kali ganda kepada siapa saja yang memperhatikannya.

Perhatikan bahwa ini bukan kepercayaan diri dalam pikiran saja, melainkan kepercayaan diri secara fisik yang meluap keluar dari setiap gerakan tubuhnya. Bukan hanya para pembicara saja yang bisa memancarkan kharisma melainkan para penulis pun demikian. Sehingga orang senang membacanya !

Namun tidak semua orang memiliki bakat sebagai pembicara maupun penulis misalnya Tuhan Yesus memiliki kharisma sehingga bisa meyakinkan milyar manusia. Namun Tuhan sendiri tidak pernah menulis apapun juga !

Penampilan bukanlah persyaratan utama sehingga seseorang memiliki kharisma misalnya walaupun Hitler memiliki wajah seperti pelawak Jojohn namun bisa menarik dan meyakinkan puluhan juta manusia.

Richard Wiseman, seorang profesor Public Understanding of Psychology  menyatakan kharisma merupakan 50% kemampuan alamiah dan 50% hasil latihan perilaku tertentu. Misalnya Steve Jobs pada awalnya ia belum memiliki kharisma seperti ketika di akhir hidupnya. Begitu juga dengan Barack Obama di tahun 1990 belum memukau seperti sekarang ini.

Semakin sukses seseorang semakin meningkat pula kharisma seseorang. Namun kebalikannya pada saat ia jatuh; maka semakin meredup pula kharismanya misalnya Soekarno atau Soeharto.

Kharisma ini bukannya penilaian pribadi dari diri sendiri melainkan penilaian dari orang lain. Dari foto seseorang pun kita bisa merasakan pancaran kharisma yang dimiliki oleh foto orang tersebut. Apakah Anda sependapat dengan Mang Ucup?

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar