Kamis, 04 Juni 2026 | 08:45
NEWS

Polri Gelar Pengamanan Terbuka dan Tertutup Jelang Hari Raya Paskah

Polri Gelar Pengamanan Terbuka dan Tertutup Jelang Hari Raya Paskah
Ilustrasi. (Suaraindonesia)

ASKARA - Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran untuk melakukan sejumlah antisipasi guna mencegah terjadinya teror pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Polri bakal melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di tempat ibadah menjelang peringatan Jumat Agung atau wafatnya Isa Almasih dan Paskah. Hal itu upaya untuk antisipasi mencegah terjadinya aksi teror. Adapun, pengamanan terbuka yang dimaksud dikerahkannya pasukan berseragam dinas. Sedangkan pengamanan tertutup yakni aparat yang berpakaian sipil.

"Ada, sudah dibuatkan instruksi ke jajaran melalui telegram untuk melakukan pengamanan terbuka tertutup terhadap tempat ibadah dan tempat lain," terang Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa (30/3).

Selain itu, polisi juga akan menggandeng guna bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat atau stakeholder untuk melakukan pengamanan dan penjagaan di hari perayaan umat Kristiani tersebut.

"Koordinasi dengan Stakeholder lain dan tingkatkan partisipasi warga," kata Irjen Argo Yuwono.

Polisi melakukan sejumlah antisipasi pengamanan menyusul terjadinya bom bunuh diri di Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral, Minggu (28/3) lalu.  

Diduga pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Pelaku berinisial L dan YSF adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan. Mereka diduga langsung meninggal dunia setelah melancarkan aksinya. 

Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap kejadian itu yang disinyalir dilakukan oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (industry)

Komentar