Dirut Taspen yang Diduga KDRT Layangkan Gugatan Cerai, Begini Respons Istrinya
ASKARA - Perjalanan biduk rumah tangga Direktur Utama PT Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih dengan istrinya, Rina Lauwy Kokasih berada di ujung tanduk.
Pasalnya, Antonius telah menggugat cerai Rina ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Permasalahan yang dihadapi rumah tangganya itu berawal ketika munculnya sebuah video yang menunjukkan Antonius bersama Rina berseteru. Rina meluapkan emosinya kepada suaminya karena kepergok membawa wanita lain.
Setelah kejadian tersebut, Rina mendapat pesan sebanyak dua kali dari suami bernada ancaman. Narasi ancaman itu membuatnya tidak tenang, sehingga dia mengadukannya ke polisi.
"Tanggal 3 Maret 2021 saya menerima surat panggilan dari Pengadilan Agama itu berupa gugatan cerai dari suami. Itu diantarkan petugas pengadilan agama dan saya terima sendiri," kata Rina di kawasan Sudirman, Senin (15/3) malam.
Persidangan perceraiannya itu bakal digelar pada 22 Maret pekan depan. Sementara dalam menghadapi persidangan itu, dia mengaku sudah siap dan tidak ada persiapan khusus.
"Persiapan sidang saya akan tetap hadir karena ini sidang pertama. Saya juga tidak terlalu jelas nanti seperti apa, intinya saya siap sebagai warga negara yang baik jika dipanggil oleh instansi apapun pasti hadir," ujar Rina.
Keduanya telah menjalin rumah tangga setidaknya 8 tahun. Atas pernikahan tersebut mereka memiliki satu orang anak.
Namun, mereka dihadapkan dengan cobaan hidup yang berat karena terancam berpisah meninggalkan keluarga, akibat kehadiran orang ketiga.
"Kami menikah April 2013, punya satu anak kandung usianya 6 tahun," jelas Rina.
Sebelum gugatan cerai itu muncul, pihak suami, Antonius bersama kuasa hukumnya memiliki itikat baik untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya secara kekeluargaan.
"Beliau (Antonius) melalui kuasa hukumnya bermaksud untuk menyelesaikan kasus dugaan KDRT psikis itu secara kekeluaragaan, dari situ saya beranggapan bahwa kalau secara kekeluargaaan, baik," ceritanya.
Rina ibaratnya sudah membukakan kedua tangannya untuk menyelesaikan dugaan kekerasan psikis itu tidak melalui jalur hukum. Namun upaya tersebut tak kunjung terjadi.
"Saya tetap dengan pintu terbuka untuk kepentingan keluarga dan semuanya. Jadi saya memang menanti. Jadi waktu itu saya tidak bikin statmen apapun karena saya menanti, saya menunggu," imbuh Rina.

Komentar