Masyarakat Aceh Tagih Keadilan Pengelolaan Blok Andaman kepada Bahlil
ASKARA - Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Aceh dimanfaatkan Masyarakat Peduli Aceh untuk menyampaikan sebuah surat terbuka yang berisi harapan agar kekayaan sumber daya alam di Tanah Rencong benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan rakyat.
Surat terbuka yang ditandatangani Masyarakat Peduli Aceh – Abumane itu dipublikasikan pada Minggu (2/8/2026). Isinya mengajak pemerintah pusat menjadikan Aceh sebagai daerah yang memperoleh manfaat nyata dari kekayaan minyak, gas bumi, dan mineral yang dimilikinya.
Dalam surat tersebut, masyarakat menilai kunjungan Menteri ESDM membawa harapan baru. Namun, harapan itu diiringi keinginan agar pemerintah menghadirkan kebijakan konkret yang mampu menjawab berbagai persoalan di sektor energi dan pertambangan di Aceh.
Masyarakat juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Republik Indonesia. Selain memberikan dukungan besar pada masa perjuangan kemerdekaan, Aceh juga tercatat berkontribusi dalam pembelian pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal penerbangan nasional.
Karena itu, menurut mereka, yang dibutuhkan Aceh bukanlah perlakuan khusus, melainkan keadilan, kesempatan, dan kepercayaan untuk mengelola potensi sumber daya alam secara lebih berpihak kepada masyarakat.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah masa depan pengembangan Blok Andaman. Masyarakat berharap proyek strategis tersebut tidak hanya meningkatkan produksi migas nasional, tetapi juga menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan kapasitas tenaga kerja Aceh, menumbuhkan industri pendukung, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah.
Selain itu, surat terbuka tersebut juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap legalisasi pertambangan rakyat dan pengelolaan sumur minyak tradisional yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat, namun hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan regulasi dan kepastian hukum.
Masyarakat berharap Kementerian ESDM dapat mempercepat penyusunan regulasi sehingga pengelolaan sumur minyak rakyat memiliki kepastian hukum dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan tata kelola yang baik.
H.R. Dody mengatakan, surat terbuka tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus harapan masyarakat Aceh agar kekayaan alam yang dimiliki daerah itu benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
"Masyarakat Aceh tidak meminta perlakuan istimewa. Yang kami harapkan adalah keadilan. Kekayaan minyak, gas, dan mineral di Aceh harus mampu menghadirkan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberi masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Aceh," ujar H.R. Dody.
Menurutnya, pemerintah memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan keberpihakan kepada daerah penghasil sumber daya alam melalui kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap kunjungan Bapak Menteri ESDM ke Aceh bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang memberi kepastian terhadap pengelolaan Blok Andaman, legalisasi sumur minyak rakyat, serta penguatan hilirisasi industri di Aceh. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kekayaan alam yang selama ini ada di tanah kelahirannya," tegasnya.
Dalam surat tersebut, Masyarakat Peduli Aceh juga menyatakan dukungan terhadap program hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Namun, mereka berharap Aceh tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, melainkan ikut menikmati nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam melalui investasi, pengembangan industri, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Di akhir suratnya, masyarakat berharap kunjungan Menteri ESDM menjadi awal lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada Aceh, sehingga kekayaan alam yang dimiliki daerah itu benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Komentar