Kamis, 18 Juni 2026 | 00:56
NEWS

Museum Sri Asih Pakidulan Koleksi 500 Fosil Hewan Laut Purba

 Museum Sri Asih Pakidulan Koleksi 500 Fosil Hewan Laut Purba
Koleksi fosil hiu di Museum Sri Asih Pakidulan. (Sukabumiupdate/Ist)

ASKARA - Penemuan fosil hiu purba atau megalodon di Desa Gunung Sungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi semakin menuai perhatian. Untuk melestarikan warisan purbakala tersebut telah didirikan Museum Sri Asih Pakidulan.

Nanang selaku kepala Desa Gunung Sungging mengatakan, beberapa fosil yang sudah ditemukan dan terdata jumlahnya ada 500 buah, terdiri dari fosil gigi hiu, moluska jenis kerang, keong, tulang paus hingga ambergris atau muntahan paus.

"Untuk ukuran fosil megalodon bervariatif. Yang terkecil berukuran satu sentimeter dan terbesar 15 sentimeter. Untuk moluska juga bervariatif," katanya, Kamis (25/2).

Museum Sri Asih Pakidulan berlokasi di sebelah Kantor Desa Gunungsungging. Ukuran mini museum hanya 8x6 meter dengan luas 48 meter persegi.

"Nama Museum Mini Sri Asih Pakidulan ini ada makna tersendiri. Sri Asih maknanya dengan adanya museum ini kita jalin silaturahim, ramah dalam pelayanan serta peduli terhadap sesama, peduli terhadap lingkungan, sumber daya alam yang ada. Sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Gunung Sungging," jelas Nanang.

"Sedangkan pakidulan maknanya identik dengan keberadaan museum di selatan, Bahasa Sundanya pakidulan. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari," tambahnya. 

Plt. Camat Surade Ukat Sukayat usai meresmikan Museum Sri Asih Pakidulan mengatakan, berdirinya museum merupakan bukti kepedulian pemerintah.

"Alhamdulillah hari ini telah diresmikan dan dibuka museum hewan laut purba. Banyak barang hewan laut purba yang bisa dilestarikan, juga nantinya sebagai wisata edukasi. Ini membuktikan bahwa di Kecamatan Surade ada jejak kehidupan hewan laut purba," jelas Ukat dilansir Sukabumiupdate.

Komentar