Rabu, 17 Juni 2026 | 15:28
OPINI

Selamat Hari Kepanduan Sedunia

Pandu di Delete Lahirlah Pramuka

Pandu di Delete Lahirlah Pramuka
Pramuka tempo doeloe: almarhum Haji Agus Salim (sisi kiri bendera) dan almarhum H.O.S. Tjokroaminoto (sisi kanan bendera)

Ketika Mang Ucup masih sekolah tahun 1953 saya merasa senang dan bangga sekali karena bisa dan boleh mejeng pakai pakaian Pandu ke sekolah. Saat itu rasanya jadi keren gagah sekali, maklum narsis hobi mejeng!

Saat itu namanya masih Pfad-finder (Pencari Jalan). Nama Pramuka yang kita kenal sekarang ini baru ada setelah tahun 1961. Merupakan singkatan dari PRaja MUka KArana (Pemuda yang suka berkarya), sebagai pengganti nama Pandu (Scouts). Nama Pramuka ini berasal dari Sultan Hamengkubowono IX. Kata ini diserap dari bahasa Jawa Poromuko. Semacam pasukan kerajaan yang terdiri paling depan dalam peperangan.

Jadi tidak benar apa yang diperkenalkan oleh Menteri Prijono pada saat itu; yang menterjemahkan arti Pramuka sebagai Pionir Muda. Nama Pionir Muda (Der junge Pionier) ini sudah sejak 1948 dipakai oleh Partai Komunis di Jerman Timur.

Daya tarik utama bagi Ucup menjadi Pandu pada saat itu karena mereka memiliki seragam yang keren berupa baju seragam warna cokelat, topi, dasi, peluit beserta talinya, ikat pinggang, dengan tali dan pisaunya.

Rasanya jadi keren dan gagah banget, apalagi kalau sudah bawa tongkat, jadi mirip seperti Toya-nya Siluman Monyet Sun Go Kong.

Seragam baru boleh dipakai oleh mereka yang telah lulus ujian keterampilan misalnya Simpul tali menali, membaca dan mengirim kode Morse dengan menggunakan bendera, peluit ataupun lampu senter dll-nya.

Saya bergabung jadi Pandu dalam usia 10 tahun sebagai Welpen (Pandu Muda – Anak Srigala). Sedangkan untuk anak perempuan sampai usia 12 tahun, mereka disebut Kurcaci atau Kabouter. Padvinderij (Pramuka) di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912. Namun pada saat itu hanya untuk para noni dan sinyo-sinyo Belanda saja.

Baru pada tahun 1916 didirikan Nederlands-Indische Padvinder Vereeningi (NIPV). Muwardi adalah salah satu anggota dari NIPV yang aktiv dan berjasa bagi Padvinderij di Indonesia. Ia diangkat menjadi kepala pasukan kepanduan. Pengangkatan ini akhirnya dibatalkan, karena Muwardi menolak untuk mengucapkan sumpah setia kepada Raja Belanda. Hal inilah yang mendorong dia untuk merubah nama Padvinder menjadi Pandu sebelumnya Agus Salim menggunakan istilah Kepanduan.

Dan pada tahun 1930 didirikan satu organisasi Kepanduan Indonesia yang diberi nama Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Muwardi diangkat menjadi Komisaris Besar dari KBI. Lucu tapi nyata, Pramuka ini di dirikan oleh Sukarno; karena beliau benci kepada Lord Baden Powell (BP) sebagai Bapak Pandu sedunia. Ia menilai bahwa BP itu seorang imperialis.

Pada tahun 1933 Adolf Hitler juga pernah melarang gerakan kepanduan di Jerman. Ia menggantikannya jadi Hitler-Jugend. Begitu juga dengan Benito Mussolini di Italy, ia menggantinya menjadi Balilla.

Pada saat Jepang menduduki Indonesia, mereka juga melarang keberadaan organisasi kepanduan ini. Puncaknya, pada tahun 1961, Presiden Soekarno sendiri yang membubarkan Pandu di bumi Indonesia. Pandu dituduh sebagai produk imperialis, kolonialis dan kapitalis.

Sebagai pengganti Pandu didirikan organisasi Baru yaitu Pramuka yang terbebaskan oleh Lord Baden Powellisme. Pada tahun itu juga Indonesia keluar dari persaudaraan Pandu sedunia – World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Padahal Indonesia telah bergabung dengan WOSM sejak tahun 1953. Walaupun demikian banyak sekali, para pegiat Pandu pada saat itu yang merasa kecewa sekali dengan pembubaran ini. Mereka menilai Pramuka terlalu bermuatan politis. Walaupun demikian benang merahnya hingga saat ini masih tetap bisa dipertahankan sebagai organisasi pecinta alam dan lingkungan hidup.

Hari Kepanduan (Pramuka) yang berlaku diseluruh dunia ialah pada tanggal 22 Februari, karena itu merupakan hari kelahirannya dari Lord Baden Powell. Hanya di Indonesia saja jadi tanggal 14 Agustus, karena pada tanggal 14 Agustus 1961, adalah hari dimana nama Gerakan Pramuka dilahirkan dan di perkenalkan di seluruh Indonesia sedangkan nama Pandu di Delete!

Mohon dikoreksi apabila ada yang kurang ataupun tidak benar! Terlampir foto Pramuka tempo doeloe dengan almarhum Haji Agus Salim berada di sisi kiri bendera dan sisi kanan bendera adalah almarhum H.O.S. Tjokroaminoto.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar