Selasa, 02 Maret 2021 | 11:41
NEWS

Pemberitaan yang Salah Bikin KBRI Yangon Jadi Sasaran Demo

Pemberitaan yang Salah Bikin KBRI Yangon Jadi Sasaran Demo
Demonstrasi terjadi di depan KBRI Yangon. (Reuters)

ASKARA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menuturkan, demonstrasi yang terjadi di depan Gedung KBRI Yangon disebabkan oleh pemberitaan yang salah. 

Demonstrasi dipicu oleh laporan Reuters bahwa Indonesia mendorong ASEAN untuk menyetujui rencana aksi untuk merespons janji junta militer Myanmar mengadakan pemilu baru.

Reuters melaporkan, rencana aksi itu berupa mengirim tim pengawas ASEAN untuk memastikan pemilu baru berlangsung adil dan inklusif tetapi tidak mencari pembebasan segera dari Aung San Suu Kyi. 

"Hari ini ada demonstrasi di depan gedung KBRI kita di Yangon. Namun, unjuk rasa dan penyampaian harapan dari masyarakat Myanmar sendiri berlangsung dari hari ke hari," kata Teuku Faizasyah, Selasa (23/2).

Dia menjelaskan, pemberitaan Reuters yang membuat seolah-olah Indonesia mendorong rencana aksi menjadi penyebab demonstrasi tersebut. 

"Faktanya salah dan malah menyebabkan adanya demonstrasi di depan gedung KBRI kita," kata Teuku Faizasyah.

Mantan duta besar Indonesia di Kanada itu mengatakan, pemberitaan tersebut telah menyebabkan kesalahpahaman di antara warga Myanmar. Di mana, seolah-olah posisi nasional Indonesia terkait Myanmar sudah berubah. 

Dilansir Sindonews, Teuku Faizasyah kembali menegaskan bahwa posisi Indonesia sedari awal terjadi krisis di Myanmar tidak berubah dan apa yang dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sejauh ini hanyalah konsultasi dengan negara ASEAN lainnya.

"Terlalu dini kalau disebut rencana aksi yang salah satunya menyebutkan seakan-akan mendukung adanya proses pemilu baru di Myanmar. Itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia karena yang ingin kita garisbawahi adalah bagaimana kita mencari penyelesaian damai di Myanmar yang bersifat proses politik demokrasi inklusif yang melibatkan semua pihak," paparnya.

Komentar