Selasa, 02 Maret 2021 | 18:12
NEWS

Seorang Lansia Meninggal, 4 Anak-anak Hanyut dan Tenggelam Akibat Banjir di Jakarta

Seorang Lansia Meninggal, 4 Anak-anak Hanyut dan Tenggelam Akibat Banjir di Jakarta
Banjir di Jakarta (Askara/Dhika)

ASKARA - Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir di DKI Jakarta yang terjadi Sabtu kemarin (20/2). 

Kelima orang yang meninggal dunia tersebut terdiri dari seorang lanjut usia (lansia) dan empat orang anak-anak. 

Korban lanjut usia berumur 67 tahun berjenis kelamin pria yang terkunci di dalam rumah di kawasan Jatipadang, Jakarta Selatan.

Sedangkan empat orang anak-anak terdiri dari tiga anak laki-laki hanyut terseret arus banjir di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Korban lainnya, anak perempuan berusia tujuh tahun tenggelam di Jakarta Barat.

Hal itu dikonfirmasi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto melalui situs PPID Pemprov DKI Jakarta, Minggu (21/2). 

Namun, Sabdo tidak menjelaskan lebih lanjut terkait korban meninggal dunia tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan makanan dan perlengkapan untuk proses evakuasi maupun pembersihan.

"Sesuai instruksi Pak Gubernur, kami akan terus upayakan untuk penanganan dengan mengutamakan keselamatan jiwa," kata Sabdo. 

Berdasarkan data BPBD DKI, banjir di sejumlah titik mulai surut. Tercatat masih ada 49 rukun tetangga (RT) yang terdampak banjir dari jumlah total 30.470 RT atau 0,161 persen.

"Jumlah pengungsi sebanyak 1.722 jiwa dari 514 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur. Dan masih ada 10 lokasi pengungsian yang juga disiapkan di wilayah Jakarta Timur," ujar Sabdo.

Wilayah yang masih tergenang di Jakarta Barat terdapat lima RW terdiri dari enam RT dengan ketinggian air 40-70 cm. 

Di Jakarta Selatan, terdapat enam RW terdiri dari 11 RT dengan ketinggian air 40-90 cm.

Kemudian di Jakarta Timur terdapat 12 RW terdiri dari 32 RT dengan ketinggian air 40-100 cm. Total pengungsi keseluruhan berada di Jakarta Timur, yaitu 1.722 jiwa dari 514 KK.

Menurut Sabdo, Pemprov DKI Jakarta masih terus berkolaborasi dengan unsur TNI/Polri, kelurahan setempat, relawan, hingga masyarakat untuk bersiaga menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki untuk penanganan banjir dan genangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan jiwa.

Kolaborasi lintas dinas dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Disgulkarmat, Dinas Lingkungan Hidup, hingga PPSU kelurahan agar penanganan genangan dan banjir dapat surut dalam waktu cepat, serta tidak ada korban jiwa.

Selain itu, juga dilakukan pemantauan secara intensif perkembangan cuaca untuk merespons segala kondisi serta menggalang kekuatan dari berbagai sumber daya.

Sabdo mengimbau masyarakat Jakarta untuk tetap waspada. Jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi Call Center 112. 

Serta melaporkan jika menemukan genangan/banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana, dan masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M.

Komentar