Jumat, 24 Juli 2026 | 09:46
NEWS

Aktivis Rianto: Unjuk Rasa Hak Konstitusional, Tapi Waspada Penyusup Anarko dan Hoaks

Aktivis Rianto: Unjuk Rasa Hak Konstitusional, Tapi Waspada Penyusup Anarko dan Hoaks
Ilustrasi

ASKARA – Di tengah maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah, imbauan untuk menjaga kondusifitas dan keamanan bersama terus disuarakan. Masyarakat diminta tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menaati ketentuan hukum yang berlaku.

Salah satu aktivis yang aktif menyoroti isu nasional, Rianto, dalam wawancaranya di Jakarta, Kamis (24/07/2026), menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin undang-undang.

Namun, ia menekankan, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional. Tapi pelaksanaannya diharapkan tetap berlangsung secara damai, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan masyarakat," ujar Rianto.

Rianto secara khusus mengingatkan para koordinator dan peserta aksi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan.

Menurutnya, seringkali ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum aksi untuk memicu kericuhan.

"Seluruh peserta aksi diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang berupaya memprovokasi atau menyusup ke dalam kegiatan, diantaranya kelompok anarko, dengan tujuan memicu kericuhan, tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, atau benturan dengan aparat maupun masyarakat," ucapnya.

Ia meminta, apabila menemukan gelagat mencurigakan, peserta segera mengedepankan komunikasi dengan koordinator lapangan dan pihak berwenang, bukan main hakim sendiri.

Tak hanya di lapangan, Rianto juga menyoroti perang informasi di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran konten yang dapat memperkeruh suasana. Penggunaan media sosial secara bertanggung jawab menjadi kunci menjaga stabilitas," lanjutnya.

Ia menutup dengan ajakan untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat.

"Melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat, penyelenggara aksi, dan aparat, diharapkan setiap penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman dan damai serta menghormati hak-hak seluruh warga negara. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya ruang demokrasi yang sehat dan kondusif," tutup Rianto. (Edo)

Komentar