Selasa, 21 Juli 2026 | 22:44
NEWS

Banjir Jakarta Masih Tinggi, Tigor Soroti Rusaknya Sistem Drainase Kota

Banjir Jakarta Masih Tinggi, Tigor Soroti Rusaknya Sistem Drainase Kota
Banjir di Jakarta (Dok Freepik)

ASKARA - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta hingga Jumat (30/1/2026) pagi dinilai bukan semata akibat hujan atau banjir kiriman dari Bogor, melainkan karena rusaknya sistem drainase kota yang tidak pernah dibenahi secara serius.

Advokat dan Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan, mengatakan genangan air setinggi sekitar 1,5 meter masih menggenangi empat RW di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, meski intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir hanya tergolong sedang.

“Kalau sistem drainase Jakarta berfungsi baik, air hujan dan kiriman dari Bogor pasti bisa mengalir lancar ke laut. Masalahnya, saluran air kita sudah lama rusak dan mampet,” ujar Tigor, Minggu (1/2).

Menurutnya, selama ini penanganan banjir Jakarta kerap terjebak pada narasi menyalahkan faktor eksternal seperti banjir kiriman, rob, atau curah hujan tinggi, tanpa menyentuh akar persoalan utama, yakni kerusakan saluran air di tengah kota.

“Banjir yang menggenangi puluhan ruas jalan di pusat kota itu bukan dari sungai besar, tapi dari drainase lingkungan yang rusak, tertutup sampah, dan dibiarkan longsor bertahun-tahun,” katanya.

Tigor juga mencontohkan kondisi drainase di kawasan Matraman, Jakarta Timur, tempat ia tinggal selama lebih dari dua dekade, yang menurutnya belum pernah mengalami perbaikan signifikan. Akibatnya, genangan air terjadi bahkan saat musim kemarau dan memicu risiko kesehatan warga.

Ia menambahkan, kerusakan drainase diperparah oleh pembangunan kawasan perumahan dan bisnis yang tidak terintegrasi dengan sistem saluran air kota, serta minimnya penyesuaian terhadap dampak perubahan iklim.

“Jakarta sebenarnya bisa tidak banjir jika serius memperbaiki drainase dan menertibkan pembangunan yang merusak tata kelola air. Masalah dan solusinya sudah jelas, tinggal ada kemauan atau tidak,” tegas Tigor.

 

Komentar