Rabu, 17 Juni 2026 | 19:57
NEWS

Helikopter BNPB Evakuasi Warga Sakit yang Terisolir Usai Gempa Sulbar

Helikopter BNPB Evakuasi Warga Sakit yang Terisolir Usai Gempa Sulbar
Evakuasi warga sakit (Dok BNPB)

ASKARA - Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengevakuasi dua warga yang sakit dari desa terisolir usai gempa M6,2 di Sulawesi Barat. Evakuasi itu rekomendasi sukarelawan dokter yang memeriksa warga tersebut. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, pihaknya menerbangkan helikopter jenis Eurocopter (EC) 130B4 dengan kapasitas 7 orang termasuk seorang pilot. 

"Operasi udara kali ini mengevakuasi dua warga sakit yang berasal dari Seppong, Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene," ujar Raditya dalam keterangannya, Senin (1/2).

Pendamping keluarga dan sukarelawan ikut dalam perjalanan menuju Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju. Kedua warga tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat. 

Setelah mengevakuasi warga sakit, pilot pun melanjutkan dropping bantuan ke beberapa desa terdampak gempa M6,2. Helikopter dengan kode registrasi PK-URR melakukan 6 sorti dengan total distribusi bantuan seberat 2.800 kg pada, Minggu (31/1).

Barang terdistribusi berupa makanan, seperti beras, kemasan sarden, minyak, biskuit, vitamin, serta nonmakanan, seperti popok bayi, pembalut, selimut, masker dan terpal. 

"Distribusi bantuan menyasar ke beberapa wilayah yaitu Paku, Batususun, Bebanga, Lipu Selatan, Lipu Utara dan Salutahonga," tutur Raditya. 

Sedangkan dropping bantuan kemanusiaan lain dioperasikan EC 155 dengan kode registrasi PK-TPF. Helikopter ini melakukan 4 sorti dengan tujuan Desa Kalobang, Desa Bela, Desa Kabiraan dan Desa Dekat Ko Baro 3. "Barang terdistribusi juga berupa makanan dan nonmakanan," tandasnya. 

BNPB mencatat sejumlah helikopter mendukung operasi pengiriman bantuan melalui udara. Sejak awal operasi penanganan darurat hingga Sabtu (30/1), total barang terdistribusi sebanyak 117.000 kilogram. 

Komentar