Rabu, 17 Juni 2026 | 21:25
NEWS

Usai Menerima Vaksin Covid-19, Dokter di Amerika Meregang Nyawa

Usai Menerima Vaksin Covid-19, Dokter di Amerika Meregang Nyawa
Ilustrasi. (BBC)

ASKARA - Seorang dokter di Florida, Amerika Serikat meninggal dunia karena kelainan darah yang parah. 

Dokter tersebut meninggal 16 hari setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 dari Pfizer. Namun belum diketahui apakah sakitnya itu terkait dengan suntik vaksin yang dilakukannya. Kini otoritas kesehatan setempat sedang menginvestigasi kasus tersebut.

Dilaporkan Reuters, dokter tersebut bernama Gregory Michael (56) yang merupakan seorang dokter spesialis kandungan dan ginekolog yang tinggal di kawasan Miami Beach. 

Michael menerima suntik vaksin Covid-19 di Pusat Kesehatan Gunung Sinai pada 18 Desember 2020. Dia kemudian meninggal 16 hari kemudian karena pendarahan di otak. Istrinya Heidi Neckelmann mengunggah di Facebook kabar kematian suaminya.

Pfizer menjelaskan bahwa secara aktif pihaknya menginvestigasi kasus itu. Namun, saat ini, Pfizer belum yakin adanya sangkut paut peristiwa itu dengan vaksin buatannya.

"Belum ada sinyal keamanan yang teridentifikasi terakit uji coba klinis kami dan pasca pemasaran sejauh ini atau dengan teknologi yang digunakan dalam membuat vaksin. Kami berbelangsungkawa kepada keluarga yang berduka," jelas Pfizer dalam keterangannya, Sabtu (16/1).

Seorang pekerja medis menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer yang akan diberikan pada perawat Sandra Lindsay dan yang menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens, New York City pada 4 Januari.

Tak lama setelah menerima suntik vaksin Michael mengalami gejala serius yang disebut thrombostopenia imun akut. Di mana kondisi membuat darah sulit membeku dengan baik.

Di sisi lain, otoritas Meksiko menyatakan sedang mempelajari kasus seorang dokter perempuan berusia 32 tahun yang dirawat di rumah sakit setelah menerima suntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.

Sayangnya identitas lengkap dokter tersebut tidak dipublikasikan. Dia dilarikan ke ICU sebuah rumah sakit umum di Nuevo Leon setelah mengalami kejang, susah bernafas dan ruam-ruam pada kulit.

Komentar