Senin, 08 Juni 2026 | 06:05
NEWS

Peringatan Maulid Nabi Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Peringatan Maulid Nabi Sudah Terapkan Protokol Kesehatan
Ilustrasi. (Tribunnews)

ASKARA - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad di banyak tempat di Indonesia sudah menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19.

"Peringatan Maulid Nabi ini banyak yang melakukan dengan protokol. Jarang sekali sekarang ada kegiatan dengan melibatkan kerumunan banyak. Banyak yang mengerti 3M," katanya dalam diskusi daring bersama Satgas Penanganan Covid-19 di Jakarta, Selasa (27/10).

Kiai Yahya mengatakan, beberapa kegiatan peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW di masa pandemi tersebut sudah diselenggarakan secara daring. Organisasi sayap PBNU, Gerakan Pemuda Ansor, turut mempromosikan setiap kegiatan di tengah pandemi agar dilakukan secara daring.

"GP Ansor berupaya mengadakan fasilitas hotspot di pedesaan. Kemudian bagaimana kita membuat pos-pos untuk memberikan layanan penerangan dan fasiltas pendukung. NU punya tiga ribu posko di seluruh Indonesia, di situ masyarakat bisa bertanya tentang Covid dan juga mendapatkan masker kalau mereka butuhkan, hand sanitizer dan sebagainya," jelasnya.

Kendati demikian, Kiai Yahya tidak menampik kenyataan bahwa banyak dari unsur masyarakat yang belum dapat mengakses fasilitas tersebut menilik adanya keterbatasan. Untuk itu, dia meminta setiap elemen bangsa bekerja sama untuk mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut.

Kiai Yahya mencontohkan, bagaimana imbauan agar masyarakat tinggal di rumah semasa pandemi tidak bisa dipraktikkan oleh mereka yang ekonominya tergantung dari hasil kerja harian bukan gaji.

Menurutnya, imbauan agar masyarakat tinggal di rumah akan baik-baik saja bagi kalangan yang mendapatkan penghasilan dari gaji bulanan. Tetapi bagi masyarakat yang sehari-hari harus mengais rezeki di luar rumah memiliki persoalan tersendiri karena jika tetap tinggal di kediamannya maka tidak memiliki penghasilan.

Atas realitas itu, Kiai Yahya mengajak setiap pemangku kepentingan untuk mencari jalan keluar bagi golongan ekonomi lemah tersebut. (ant)

Komentar