Selasa, 28 September 2021 | 22:58
NEWS

Demonstrasi Anarkistis, Mahasiswa: Ada yang Memprovokasi

 Demonstrasi Anarkistis, Mahasiswa: Ada yang Memprovokasi
Halte Transjakarta Bundaran HI dibakar (Dok Suara.com/Angga Budhiyanto)

ASKARA - Klarifikasi disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terkait perusakan hingga hingga pembakaran fasilitas umum yang terjadi pada puncak demonstrasi penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta beberapa waktu lalu.

BEM SI menegaskan, perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum tersebut bukan dilakukan oleh mahasiswa.

Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian memastikan, seluruh mahasiswa yang turun aksi sudah terkoordinir dengan baik. Namun, ada pihak luar yang menyusup dan memprovokasi massa di lapangan.

"Dampak kerusakan hingga pembakaran yang terjadi di berbagai fasilitas Polri dan pemerintah bukan merupakan ulah dari massa aksi yang masih terkoordinir, melainkan ada pihak lain yang mencoba memprovokasi aksi damai yang dilakukan," kata Remy dalam keterangannya, Senin (12/10).

Tetapi, BEM SI mengecam tindakan represif aparat yang membabi-buta menindak mahasiswa dengan kekerasan menggunakan pentungan, gas air mata, hingga peluru karet yang mengakibat beberapa korban luka.

"Banyak massa aksi yang perlu dievakuasi karena terkena gas air mata dan tindakan represif aparat lainnya, bahkan tidak sedikit dari massa aksi yang dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri," terangnya.

Remy menegaskan, aksi mahasiswa sama sekali tidak disponsori, dibiayai, atau ditunggangi oleh kepentingan politik apapun, mereka murni ingin bertemu dengan Jokowi untuk membatalkan pengesahan UU Cipta Kerja.

"Aksi Tolak Omnibus Law murni berlandaskan keresahan dan kepentingan rakyat yang tidak diakomodir oleh ketidakbecusan DPR dan pemerintah," tegasnya.

Menurut informasi yang diterima redaksi Askara, gerombolan penyusup yang memprovokasi demonstrasi anarkistis ini berpakaian hitam-hitam. Mereka sangat cekatan, agresif, beringas dan brutal dalam menghancurkan properti yang dibangun Gubernur di kedua provinsi tersebut.

Baca juga: Demonstrasi Mahasiswa di Yogya dan Jakarta Tidak Anarkistis, Ini Buktinya

Mereka juga tidak membawa poster atau spanduk penolakan UU Cipta Kerja. Mereka juga tidak berorasi tema apapun yang berkaitan dengan Omnibus Law. Mereka hanya membawa botol berisi bensin sebagai bom molotov untuk membakar.

Fisik mereka terlihat tegap, tinggi, kekar dan atletis. Wajah mereka tak terlihat karena tertutup, namun sorot matanya sangar dan garang.

Sebuah video yang didapat redaksi memperlihatkan aksi seseorang yang diduga provokator sedang menyulut kerusuhan di Yogyakarta. Pelaku yang mengenakan helm berwarna merah terlihat melemparkan sesuatu ke arah massa mahasiswa. 

Jelas terlihat, orang yang mengenakan celana sebatas lutut tersebut bergerak dari arah pihak kepolisian. 

Kemudian, video yang direkam Majelis Kopi08 juga memperlihatkan demonstrasi yang dilakukan massa mahasiswa berlangsung tertib dan damai di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Namun, tiba-tiba kedatangan massa aksi ke lokasi langsung dilempar gas air mata. Para mahasiswa pun langsung kocar-kacir. 

Sebuah foto yang beredar di jagat maya juga memperlihatkan seseorang sedang menyulut api membakar halte Transjakarta di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Diduga, orang tersbut bukan berasal dari kalangan mahasiswa, buruh, apalagi pelajar STM.

Dari pakaian yang dikenakan, terlihat hitam-hitam lengkap dengan penutup kepala dan masker yang juga berwarna hitam. 

Sebuah video lainnya yang beredar juga tampak seorang dengan sengaja membakar pos polisi. 

Dalam video tersebut, nampak seorang berbadan tegap dan tinggi mengenakan baju tanpa lengan membakar pos polisi. 

Baca juga: Pak Polisi, Inikah Orang yang Bakar Pospol?

Dibantu rekannya, orang berbadan tegap lengkap dengan masker asap dan kacamata serta penutup kepala tersebut membakar pos polisi menggunakan botol yang disulut sumbu.

Tampak jelas, dia melemparkan botol yang sudah disulut api ke tembok Pos Polisi dan langsung berlari. 

Tidak diketahui, pos polisi mana yang dibakar orang tersebut. Namun diketahui, 2 pos polisi hangus dibakar saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung anarkistis, Kamis (8/10) kemarin.  

Komentar