Jumat, 24 Juli 2026 | 11:39
CULINARY

Bakmi Jogja Mbah Walid Hadir di Kendal-Menteng, Bawa Aroma Bara Arang Khas Jogja

Bakmi Jogja Mbah Walid Hadir di Kendal-Menteng, Bawa Aroma Bara Arang Khas Jogja
Bakmi Jogja Mbah Walid hadir di Kendal–Menteng Jakarta Pusat dengan cita rasa autentik khas Jogja (Dok Farida)

ASKARA - Pecinta kuliner tradisional Yogyakarta kini memiliki destinasi baru di Ibu Kota. Bakmi Jogja Mbah Walid resmi hadir di kawasan Kendal–Menteng, Jakarta Pusat, melalui kolaborasi dengan Kantin Kendal, menghadirkan cita rasa autentik khas Jogja yang dimasak menggunakan bara arang.

Mengusung konsep kuliner tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta, Bakmi Jogja Mbah Walid menawarkan suasana makan hangat dan sederhana layaknya angkringan di Kota Gudeg. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi pelepas rindu bagi para perantau yang merindukan masakan rumahan khas Jogja.

Master Cook Bakmi Jogja Mbah Walid, Febriansyah, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman kuliner Nusantara yang otentik dengan rasa gurih dan aroma khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

"Kami ingin menghadirkan makanan khas Nusantara, khususnya Jogja, dengan cita rasa gurih dan aroma smoky yang bisa mengobati rasa rindu para perantau di Jakarta," ujar Febriansyah.

Menurutnya, keunikan Bakmi Jogja Mbah Walid terletak pada proses memasaknya yang masih menggunakan media bara arang. Teknik tradisional tersebut menghasilkan aroma smoky yang menjadi ciri khas kuliner Jogja.

"Masih tetap menggunakan media arang untuk memasak, jadi ada aroma khas smoky dari bara arang yang menjadi daya tarik utama," katanya.

Selain mempertahankan teknik memasak tradisional, seluruh menu juga dibuat berdasarkan resep asli Bakmi Jogja Mbah Walid dari Yogyakarta.

Beragam hidangan khas tersedia, mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, Bihun Jawa, hingga aneka nasi goreng tradisional. Salah satu menu yang menjadi favorit pelanggan adalah Nasi Goreng Kecombrang yang memadukan aroma rempah dan sentuhan smoky khas arang.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati Magelangan, Capcay Jawa, Krengsengan Ayam, Babat Gongso, hingga berbagai minuman tradisional seperti Wedang Uwuh, Wedang Jahe Sereh, Kopi Tubruk, dan Kopi Joss.

Dengan harga mulai Rp30 ribuan, Bakmi Jogja Mbah Walid mengusung konsep kuliner berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

"Rasa nikmat dengan harga yang merakyat menjadi salah satu konsep yang kami pertahankan," ungkap Febriansyah.

Pemilihan lokasi di kawasan Kendal–Menteng dinilai strategis karena berada di pusat aktivitas pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Stasiun Sudirman.

"Lokasinya sangat prospek karena ramai pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sudirman," jelasnya.

Sejak dibuka, respons pengunjung disebut sangat positif. Mayoritas pelanggan berasal dari kalangan pekerja kantoran dan keluarga yang mengaku merasakan kembali suasana dan cita rasa khas Yogyakarta.

"Banyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja," ujarnya.

Febriansyah optimistis kuliner tradisional tetap memiliki tempat di tengah maraknya makanan cepat saji. Menurutnya, tren masyarakat saat ini mulai kembali mencari makanan tradisional yang lebih autentik.

Ke depan, Bakmi Jogja Mbah Walid menargetkan dapat semakin dikenal masyarakat luas dan tidak menutup kemungkinan membuka cabang baru secara bertahap.

Sementara itu, Pemilik Kantin Kendal, Rayhan Christian Siego, mengatakan kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid semakin memperkuat konsep Kantin Kendal sebagai kantin Nusantara modern yang menghadirkan berbagai cita rasa daerah dalam satu lokasi.

Mengusung semangat "Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara", Kantin Kendal tidak hanya menyediakan beragam kuliner khas daerah, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem koperasi yang mendukung pelaku UMKM dan kesejahteraan karyawan melalui konsep from farm-to-table dengan bahan baku segar dan berkualitas.

Komentar