TKP Hadirkan Boutique Roasting, Angkat Kopi Nusantara
ASKARA – Tanjung & Kopi Penjelajah (TKP) resmi hadir sebagai gerai boutique roasting kopi di Jalan Raya Ragunan, depan Kompleks Bea Cukai, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gerai yang diluncurkan pada 17 Agustus 2026 ini membawa misi memperkenalkan kekayaan kopi Nusantara sekaligus memberikan apresiasi kepada para petani dan karakter rasa dari setiap daerah penghasil kopi.
TKP dibentuk oleh Budi Tanjung bersama komunitas Kopi Penjelajah yang digerakkan Buyung Achdian dan Erni Wardhani. Kehadiran TKP tidak hanya berorientasi pada bisnis kopi, tetapi berangkat dari perjalanan panjang mendampingi petani serta menjaga keberlanjutan kebun kopi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Perjalanan tersebut bermula sekitar 2021 ketika tim menemukan perkebunan kopi warisan turun-temurun di kawasan Bukit Kabayan, wilayah yang berada sebelum gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kebun-kebun tersebut sebelumnya kurang terurus, padahal memiliki potensi besar untuk menghasilkan kopi berkualitas sekaligus menjaga ekosistem kawasan.
Pendekatan konservasi kemudian diterapkan dengan mempertahankan kontur tanah yang ekstrem untuk mengurangi risiko longsor serta menjaga sumber air bagi masyarakat. Pohon-pohon kopi warisan diremajakan, sementara lahan Robusta dan Arabika ditata berdasarkan karakter dan ketinggian wilayah, mulai dari Bukit Kabayan, Bukit Merkusi hingga kawasan Curug Ciampea.
TKP juga mendampingi sejumlah petani melalui proses edukasi dari pemeliharaan tanaman hingga pascapanen. Para petani didorong untuk melihat kebun kopi warisan bukan sekadar lahan pertanian, tetapi sebagai aset yang mampu menghidupi keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Setelah melalui proses panjang, pada 2026 hasil pendampingan tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Produksi kopi dari sejumlah kebun mulai memberikan hasil yang lebih menjanjikan, sekaligus membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi hasil panen mereka.
TKP kemudian mengambil peran sebagai pengumpul hasil panen dengan tetap memberikan edukasi kepada petani agar kualitas coffee bean dapat maksimal. Petani juga diperkenalkan pada berbagai metode roasting modern sehingga dapat memahami bahwa kopi tidak harus selalu disajikan dalam karakter sangrai gelap dengan rasa pahit seperti yang selama ini dikenal secara tradisional.
Pada tahap hilir, kehadiran Boutique Roasting TKP menjadi bagian dari upaya mempertahankan karakter single origin kopi dari berbagai wilayah Indonesia. Menurut pengelola, setiap daerah memiliki keunikan rasa dan aroma yang dipengaruhi ketinggian, vegetasi di sekitar perkebunan, kondisi lingkungan, serta ketelatenan petani dalam merawat tanaman kopi.
Karena itu, TKP tidak ingin menyeragamkan karakter kopi. Sebaliknya, proses roasting dapat disesuaikan dengan permintaan pencinta kopi. Layanan roasting tersedia mulai minimal 500 gram, dengan biaya jasa untuk satu kilogram sebesar Rp50.000.
Selain menjadi tempat roasting, TKP juga menghadirkan warung kopi dengan beragam pilihan sajian. Harga minuman kopi berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000, sementara harga roasted bean disesuaikan dengan jenis dan daerah asal kopi, mulai Rp200.000 hingga Rp350.000 per kilogram.
Saat ini, TKP menyediakan sejumlah pilihan kopi Nusantara, antara lain Arabika Gayo, Sumbing, Cibulao, Halimun Salak, Robusta Lampung, serta Robusta Halimun Salak. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari upaya TKP memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada konsumen perkotaan.
Sejumlah menu favorit yang tersedia antara lain kopi susu gula aren seharga Rp20.000, V60 atau manual brew Rp20.000, butterscotch Rp25.000, serta pilihan oat milk dengan harga Rp30.000. TKP juga menyediakan cold brew dan Americano yang masing-masing dibanderol Rp20.000.
Dengan konsep tersebut, TKP ingin membangun hubungan yang lebih dekat antara petani, pengolah, peracik, dan penikmat kopi. Kopi tidak hanya dilihat sebagai minuman, tetapi sebagai perjalanan panjang yang melibatkan alam, petani, proses produksi, hingga pengalaman konsumen ketika menikmati secangkir kopi.
Melalui konsep boutique roasting, TKP berharap semakin banyak masyarakat mengenal karakter kopi dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memahami pentingnya menjaga kebun, lingkungan, dan kesejahteraan petani. Bagi TKP, setiap biji kopi memiliki cerita tentang tanah, ketinggian, alam, dan manusia yang merawatnya dengan rasa bangga dan kecintaan.
Kehadiran TKP di Jakarta Selatan pun diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi pencinta kopi sekaligus etalase kecil bagi keragaman kopi Nusantara. Dari Bukit Kabayan hingga meja konsumen di Jakarta, TKP membawa satu pesan: kopi Indonesia memiliki kekayaan rasa yang layak dihargai, dirawat, dan dikenalkan lebih luas.

Komentar