Kamis, 23 Juli 2026 | 21:23
OPINI

Pada Saat Mang Ucup Meninggal

Pada Saat Mang Ucup Meninggal
Ilustrasi

Inilah tulisan Mang Ucup yang terakhir. Sebelumnya sang maut merenggut jiwa Mang Ucup, setelah Mang Ucup meninggal. Saat dia menyadarinya dia melihat Tuhan mendekat dengan sebuah koper ditangan-Nya.

Inilah dialog antara Tuhan dan Mang Ucup yang telah Mati:

Tuhan: Baiklah nak, sudah tiba saatnya untuk pergi.

Mang Ucup: Mohon sebentar lagi? Saya masih punya begitu banyak rencana.

Tuhan: Maafkan Aku nak, tapi ini sudah saatnya untuk pergi.

Mang Ucup: Apa yang ada di koper itu?

Tuhan: Harta milikmu !

Mang Ucup: Jadi yang ada di koper itu barang-barang milik saya semua. Maksudmu barang-barangku, pakaian, uang.

Tuhan: Hal-hal itu tidak pernah menjadi milik kamu Cup, mereka adalah milik Bumi.

Mang Ucup: Bagaimana dengan ingatan saya?

Tuhan: Tidak juga, sebab ingatan itu adalah milik Waktu.

Mang Ucup: Bagaimana dengan bakat yang saya miliki?

Tuhan: Inipun tidak. Sebab bakat itu milik Keadaan.

Mang Ucup: Bagaimana dengan teman dan keluargaku?

Tuhan: Tidak, sebab teman maupun keluarga mereka juga akan melalui dan menjalani nasib yang sama seperti yang kamu lalui saat sekarang ini.

Mang Ucup: Istri dan anak saya?

Tuhan: Tidak juga, sebab mereka adalah milik hatimu.

Mang Ucup: Kalau begitu itu yang sudah pasti milik saya adalah tubuh saya.

Tuhan: Inipun tidak, sebab Itu milik debu.

Mang Ucup: Kalau begitu pasti jiwaku!

Tuhan: Sayangnya anda salah juga nak. Jiwamu adalah milik-Ku.

Mang Ucup dengan rasa sedih dan air mata berlinang maupun penuh dengan rasa ketakutan mengambil koper dari tangan Tuhan dan membukanya. Ternyata isinya kosong melompong.

Dengan patah hati dan air mata yang mengalir turun dari pipinya dia bertanya kepada Tuhan.

Mang Ucup: Jadi saya tidak pernah memiliki entah apapun juga di dunia ini?

Tuhan: Benar! Anda tidak pernah memiliki entah apa pun juga.

Mang Ucup: Lalu, Apa sebenarnya yang menjadi milikku?

Tuhan: Momenmu. Setiap saat anda hidup adalah milik anda. Namun Hidup itu hanya sekedar sesaat saja. Maka dari itu manfaatkanlah hidup ini sebaik mungkin sebelumnya anda dipanggil pulang mudik !

Sebab sudah bisa dipastikan dari sekarang bahwa waktu nya akan tiba. Dimana anda juga harus berangkat! This is my last goodbye !

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar