Senin, 13 Juli 2020 | 05:57
NEWS

Memperingati 20 Tahun Cagar Budaya Azerbaijan Sebagai Warisan Dunia

Memperingati 20 Tahun Cagar Budaya Azerbaijan Sebagai Warisan Dunia
Situs kota tua di Azerbaijan. (Kedutaan Azerbaijan)

ASKARA - Tahun ini rakyat Azerbaijan memperingati ulang tahun ke-20 dimasukkannya Iceri Seher (Old Town) ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Komplek Istana Syirwansyah dan Qiz qalasi (maiden tower) dinyatakan sebagai cagar budaya dan arsitektur negeri semasa perjuangan Presiden Heidar Alirza Ogly Aliyev.

Kepala Kanselerai Kedutaan Besar Republik Azerbaijan untuk RI Gultekin Habibli mengatakan, tercantumnya nama warisan budaya nasional serta warisan sejarah Azerbaijan di UNESCO merupakan contoh nyata kebijakan yang dilakukan Presiden Republik Azerbaijan saat ini Ilham Heydar Ogly Aliyev dan wakil presiden pertama Mehriban Aliyeva.

"Berkat kebijakan yang sukses besar inilah Azerbaijan bekerja sama dengan UNESCO secara aktif dan efisien. Sudah 28 tahun lamanya Azerbaijan adalah anggota UNESCO. Selama masa itu nama sejumlah cagar dan kawasan bersejarah Azerbaijan tercantum dalam Daftar Warisan Dunia organisasi tersebut," jelas Habibli melalui keterangan tertulis, Selasa (30/6).

Kuatnya hubungan Azerbaijan dan UNESCO juga merupakan hasil jasa serta perjuangan Yayasan Haidar Aliyev dan kepalanya Mehriban Aliyeva.

"Sejak awal didirikannya, Yayasan Haidar Aliyev mengutamakan dipromosikannya dan dilestarikannya nilai-nilai kerohanian nasional Azerbaijan. Sebagai hasil praktisnya kegiatan itu, nama-nama ciptaan nilai-nilai kerohanian nasional Azerbaijan yang penting tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO," kata Habibli.

Selain itu, sejumlah kebijakan juga dilakukan untuk memperkental monumen-monumen sejarah yang penting bagi Azerbaijan dan dunia, seperti halnya dipromosikannya musik Azerbaijan di mancanegara. Hal ini juga dilakukan oleh Yayasan Haidar Aliyev

"Yayasan ini sudah memberikan dukungan besar kepada penerjemahan karya-karya klasik dan modern Azerbaijan ke dalam bahasa-bahasa lain, dan adikarya-adikarya sastera dunia ke dalam bahasa Azerbaijan, kepada persediaan bermacam terbitan yang menggambarkan kebenaran sejarah, seni dan budaya nasional Azerbaijan," tutur Habibli.

"Selama periode itu Yayasan Haidar Aliyev memberi sumbangan signifikan kepada budaya Azerbaijan, dan hari ini juga meneruskan kegiatannya dengan sukses untuk mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai budaya nacional," sambungnya.

Diketahui, penyelenggaraan yang berkaitan dengan ulang tahun ke-20 masuknya nama kekayaan nasional Azerbaijan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Presiden Ilham Aliyev.

Seperti diketahui, kekayaan nasional Azerbaijan dalam UNESCO di antaranya adalah Iceri syeher bersama dengan Komplek Istana Syirwansah dan Giz Galasi yang bermakna penting dengan nilai-nilai kerohanian.

"Sesuai dengan ketetapan tersebut digelar serangkaian acara, dipromosikan warisan budaya nasional Azerbaijan di seluruh dunia. Bisa dikatakan dengan rasa bangga bahwa mutiara baku yaitu Iceri Seher adalah salah satu contoh budaya nasional Azerbaijan yang memiliki akar sejarah. Dan tempat yang dikunjungi dengan rasa cinta bukan saja oleh rakyat Azerbaijan tetapi juga oleh para wisatawan dari seluruh dunia," papar Habibli.

Namun di sisi lain, akibat politik pendudukan Armenia negara Azerbaijan belum bisa melestarikan monumen-monumen budaya nasional, monumen-monumen sejarah, dan cagar-cagar budaya.

"Di wilayah-wilayah Azerbaijan yang diduduki, tentara Armenia menghancurkan monumen-monumen sejarah, masjid-masjid, pekuburan-pekuburan, merampas museum-museum, kekayaan materil dan kerohanian. Di wilayah-wilayah Azerbaijan yang diduduki itu Armenia dengan sengaja berupaya menghapuskan bekas Azerbaijan, meng-Armenia-kan semua toponim Azerbaijan asli," ujar Habibli.  

Namun rakyat Azerbaijan yakin bahwa seluruhnya dari Azerbaijan dapat dipromosikan kembali ke seluruh dunia.

"Karena negara dan rakyat Azerbaijan memiliki ketahanan, kekuatan dan kemauan tekad untuk membebaskan tanahnya dan monumen-monumennya yang ditawan. Yang paling utama, dalam perjuangan tersebut pihak yang akan menang tentu saja adalah Azerbaijan," ujar Habibli.

"Seperti setiap orang Azerbaijan, saya juga percaya pada kemenangan itu. Semoga jalan dari mutiara baku dari Iceri Seher sampai benteng di Syusya, tanah asli kami selalu terbuka, Azerbaijan yang tercinta," tandasnya. 

Komentar