Selasa, 21 Juli 2026 | 23:59
NEWS

HUT ke-544, Kota Bogor Diajak Jadikan Sejarah sebagai Energi Perubahan

HUT ke-544, Kota Bogor Diajak Jadikan Sejarah sebagai Energi Perubahan
Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java (Dok Andy)

ASKARA - Kota Bogor genap berusia 544 tahun pada 3 Juni 2026. Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) kali ini menjadi momentum untuk tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga memperkuat komitmen membangun masa depan kota yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Tanggal 3 Juni memiliki makna historis yang mendalam bagi masyarakat Bogor. Tepat 544 tahun silam, pada 3 Juni 1482, Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai Raja Pakuan Pajajaran, yang kemudian menjadi tonggak lahirnya Kota Bogor.

Sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia, Bogor memiliki warisan budaya dan alam yang sangat berharga. Kebun Raya Bogor yang dikenal sebagai laboratorium alam tertua di Asia Tenggara, Istana Bogor yang menjadi saksi perjalanan bangsa, serta budaya Sunda yang tetap terjaga di tengah arus modernisasi menjadi identitas kuat kota yang dijuluki Kota Hujan tersebut.

Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java, menilai usia ke-544 menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

"Bogor memiliki modal sejarah, budaya, dan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, tantangan pembangunan kota juga semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak," ujarnya.

Menurut Andy, semangat "Bogor Teu Nyusahkeun" serta nilai-nilai pembangunan yang tertuang dalam Panca Karsa harus terus menjadi fondasi dalam mewujudkan kota yang religius, nyaman, cerdas, dan sejahtera.

Di sisi lain, berbagai persoalan perkotaan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama. Mulai dari kemacetan lalu lintas, banjir, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga pengelolaan sampah yang semakin menantang seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang kini telah melampaui satu juta jiwa.

Karena itu, peringatan Hari Jadi Bogor tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni dan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga harus menjadi titik tolak lahirnya langkah-langkah nyata dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

"Bogor tidak hanya membutuhkan perayaan, tetapi juga aksi nyata. Usia 544 tahun harus menjadi pijakan untuk melompat lebih jauh, bukan sekadar bernostalgia dengan kejayaan masa lalu," kata Andy.

Ia berharap Kota Bogor terus berkembang sebagai kota yang ramah lingkungan, nyaman dihuni, serta mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian warisan sejarah serta budaya.

"Selamat Hari Jadi ke-544 Kota Bogor. Semoga hujan tetap menjadi berkah, warganya selalu hangat dalam kebersamaan, dan kotanya terus membaik demi masa depan generasi berikutnya," tutupnya.

 

Komentar