Yuk Lawan Wabah Kesepian !
ASKARA: Kita tidak mampu melawan wabah virus Corona, namun kita bisa melawan wabah kesepian. Karena, akibat dari Corona ini banyak orang terpaksa harus diisolasi tinggal di rumahnya masing-masing; seorang diri ataupun hanya dengan keluarga dekat saja.
Mereka bukan saja harus ketar-ketir memikirkan masa depan pekerjaan; maupun uang biaya hidup sehari-hari, sehingga membuat hidup ini menjadi tambah stres.
Disamping itu tanpa pengecualian entah itu orang miskin ataupun orang kaya pasti akan merasakan kesepian. Dan kapan akan berakhirnya masa isolasi/kesepian ini ? Tidak ada yang tahu!
Menurut Bunda Theresia rasa kesepian itu adalah penderitaan manusia yang paling berat. Tuhan pun mengetahui hal ini. Maka problem utama manusia yang diselesaikan oleh Tuhan ialah mengatasi rasa kesepian. Ketika Adam merasa kesepian, Tuhan ciptakan Hawa.
Bagaimana kalau kita berusaha untuk saling bantu mengatasi rasa kesepian ini, walaupun hanya sekedar just to say hello melalui telpon ataupun Whatsapp? Siapa tahu mereka membutuhkan bantuan kita walaupun hanya sekedar berbagi rasa suka maupun duka.
Saat akhir-akhir ini Wied sang istri memasak jauh lebih banyak untuk dibagikan kepada mereka yang terisolasi, karena mereka tidak bisa pergi belanja lagi.
Usia Mang Ucup sudah hampir mencapai 80 tahun (78), jadi sudah seperti pohon beringin yang tua dan rimbun, juga telah banyak sekali makan asam garam kehidupan dari manis hingga yang paling pahit.
Maka dalam kesempatan ini saya ingin menawarkan entah bagi siapapun juga yang merasa kesepian dan ingin berbincang-bincang sejenak untuk berbagi suka maupun duka. Silahkan hubungi saya WA +31 687 014 435.
Siapa tahu ada yang bisa saya bantu sesuai dengan kemampuan saya. Walaupun saya tidak bisa membantu banyak dan juga dalam segala hal, namun saya bersedia menyediakan tempat entah bagi siapapun juga untuk berteduh sejenak di bawah pohon beringin tua ini.
Saya bersedia menyediakan banyak waktu untuk anda silahkan hubungi saya kapan saja. Maka, saya akhiri tulisan ini dengan pertanyaan: Apa yang bisa saya bantu? Please Call Me!
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam

Komentar