150 Jiwa Terdampak Banjir di Papua Barat
ASKARA - Banjir melanda Kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Peristiwa terjadi pukul 10.00 WIT, Sabtu (7/3).
Pusdalops BNPB mengonfirmasi ketinggian banjir antara 30-50 centimeter dan air masih belum surut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir menyampaikan, sebagain warga mengungsi sementara ke rumah kerabat atau saudara yang tidak terdampak banjir yang posisi rumahnya lebih tinggi. Biasanya mereka akan kembali lagi ke rumah saat air sudah surut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Teluk Bintuni saat ini masih melakukan pendataan dan meninjau di lapangan.
"Data sementara 50 kepala keluarga atau 150 jiwa terdampak," ujar Derek Ampnir dalam keterangannya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi hingga Maret. Dari prediksi itu, terdapat potensi banjir di sejumlah wilayah.
"Untuk wilayah Sumatera bagian selatan kemudian sebagian besar wilayah Jawa karena tadi diprediksikan curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut selama Maret. Maka potensi banjir juga cukup signifikan di wilayah tersebut yaitu di katagori menengah hingga tinggi," jelas Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Miming Saepudin.
Potensi tinggi terjadinya banjir juga berada di wilayah Sulawesi dan Papua. Didasarkan pada prediksi BMKG soal intensitas hujan yang tinggi.
"Dan yang paling kita lihat di peta yang potensi tinggi selama bulan Maret yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara bagian utara, dan sebagian wilayah Papua bagian tengah," tandas Miming.

Komentar