Atasi Banjir Tahunan, Mesin Pompa Prof. Rokhmin Dahuri Buka Jalan Air ke Ciberes: Warga Gebang Ilir Sujud Syukur
ASKARA – Wajah lega dan senyum mengembang terlihat dari warga Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Desa yang selama ini jadi langganan banjir bahkan saat kemarau itu, kini mulai bernapas lega. Penyebabnya: satu unit mesin pompa air bantuan dari Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, pada Ahad, 12 Juli 2026.
Prof. Rokhmin Dahuri turun langsung menyerahkan dan meninjau pengoperasian mesin pompa di Blok Kroya, Gebang Ilir. Didampingi Pak Kuwu dan Ibu Kepala Sekolah setempat, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mendengarkan langsung keluhan warga yang selama ini terisolasi banjir.
“Enggak hujan pun banjir, Pak Dewan,” ungkap Ibu Kepala Sekolah dengan nada lirih sambil menunjuk kondisi lingkungan. “Sekarang di sini sudah cekung gini, Pak. Jadi sudah nggak rata lagi, sudah benar-benar parah.”
Kondisi geografis Gebang Ilir yang lebih rendah dan adanya jembatan yang menghambat aliran air membuat wilayah ini seperti kolam raksasa setiap musim penghujan. Bahkan saat kemarau, genangan masih bertahan. Anak-anak sekolah jadi korban utama. Aktivitas belajar mengajar terganggu, sepatu dan seragam basah jadi pemandangan biasa.
Harapan itu datang lewat mesin pompa diesel berkapasitas besar yang diserahkan Prof. Rokhmin. Begitu dihidupkan, selang biru besar langsung menyedot genangan dan membuangnya ke Sungai Ciberes.
“Kalau menurut Pak Kuwu sih yakin dengan alat ini, InsyaAllah akan tidak banjir lagi,” kata Ibu Kepsek. “Semenjak ada pompa, enggak banjir lagi. Oh ada, jadi sudah terbukti dong ya, Bu. Bukan hanya teori gitu ya.”
Prof. Rokhmin yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu mendengar itu langsung tersenyum. “Alhamdulillah. Lanjut InsyaAllah semoga InsyaAllah nggak banjir lagi,” ujarnya.
Momen haru terjadi saat Prof. Rokhmin berbincang dengan Ibu Kepala Sekolah. Ternyata, ia adalah alumni SD di Gebang Ilir.
“Dulu saya sekolah di sini. Waktu saya kepala sekolahnya Pak Abdul Matin. Saya lulus tahun tujuh puluh. Situ belum lahir,” canda Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) yang disambut tawa warga.
Ikatan batin itulah yang membuat Prof. Rokhmin tergerak membantu. “Jadi kasihannya anak-anak sekolah. Yang jadi permasalahan yang kemarin besar itu, Pak Dewan,” ucap Ibu Kepsek.
Rawat Pompa, Biar Manfaat Panjang
Dalam sambutannya, Prof. Rokhmin menitipkan pesan khusus kepada Pak Kuwu dan Ibu Kepala Sekolah.
“Saya bersyukur bahwa dengan bantuan yang sederhana berupa pompa ini sudah bisa menanggulangi sementara dampak banjir ya. Dan mohon pompa ini, Pak Kuwu, dipelihara dengan baik ya, sehingga fungsinya akan lebih panjang. Tidak hanya setahun dua tahun,” pesan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University.
Pak Kuwu pun mengamini. “Karena sangat bermanfaat sekali Pak Dewan. Amin ya Rabbal alamin.”
Ibu Kepala Sekolah tak henti mengucap syukur. “Terima kasih yang pertama ini, Bapak sudah memberikan bantuan. Pak Kuwu juga luar biasa. Alhamdulillah sudah surut, cuma tinggal jejaknya saja seperti itu.”
Ia juga menyampaikan pesan khusus, “Sampai-sampai ya, pesan saya untuk Pak Kuwu dan Ibu Kepala Sekolah, saya bersyukur bahwa dengan bantuan yang sederhana berupa pompa ini sudah bisa menanggulangi sementara dampak banjir ya.”
Ikhtiar Kecil, Manfaat Besar
Bantuan mesin pompa ini menjadi bukti bahwa penanganan banjir tidak selalu harus menunggu proyek besar. Ikhtiar kecil yang tepat sasaran, disertai gotong royong, mampu mengembalikan senyum warga.
Seperti tulisan di banner: “Mesin Pompa Untuk Penanganan Banjir di Desa Gebang Ilir”. Kini, anak-anak Gebang Ilir bisa kembali ke sekolah tanpa harus menerjang banjir. Dan Prof. Rokhmin Dahuri pulang dengan satu doa dari warga: “Barokah Allah, Pak Dewan.”

Komentar