Korban Banjir, 240 Warga Kedoya Utara Mengungsi
ASKARA - Ratusan warga Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat harus mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di ibu kota. Mereka mengungsi di Posko Pengungsian SDN 09 Kedoya Utara.
Lurah Kedoya Utara Tubagus Masarul Iman mengatakan, penanganan banjir disiapkan evakuasi menggunakan perahu karet dan truk. Bantuan dari suku dinas lingkuhan hidup, satpol PP, dan suku dinas sumber daya alam.
"Untuk evakuasi warga ada, kami membuka posko pengungsian di SD 09 Kedoya Utara (Yapendik) di RT 10 RW 08, 80 kepala keluarga atau 240 jiwa," jelasnya saat dihubungi, Selasa (25/2).
Kemudian ada juga warga yang mengungsi di masjid atau mushola yang tidak terdampak banjir. Banjir yang melanda Kawasan Kedoya kali ini adalah yang paling parah sejak awal Januari 2020.
"Sepanjang pantauan kami lebih parah di awal tahun 2020," kata Tubagus.
Pihak Kelurahan Kedoya Utara juga membuka dapur umum di Sekretariat RW 07 Cosmos. Bekerja sama dengan Kampung Siaga Bencana. Hal itu sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir.
"Saat ini kebutuhan yang sangat dibutuhkan adalah sarana air bersih, pampers untuk bayi, dan makanan siap saji," kata Tubagus.
"Kemudian untuk makanan siap saji kami mendapatkan bantuan dari Sudin Sosial Kota Jakarta Barat untuk makan siang tadi," tambahnya.
Adapun, warga Keluruhan Kedoya Utara terdampak banjir tersebar di Perumahan Green Garden RW 03, 04, 09, dan 10. Untuk Kompleks Taman Ratu di RW 011, dan RW 07 di Kompleks Cosmos.
"Juga di RW 01, 02 dan 08," ujar Tubagus.
Dia menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu untuk menangani korban banjir, baik dari tim penanggulangan bencana maupun Puskesmas Kelurahan Kedoya Utara dan Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk.
"Juga terima kasih kepada stakeholders yang ada di wilayah Kelurahan Kedoya Utara baik ASN Kedoya Utara, ASN Kecamatan Kebon Jeruk, RT, RW, LMK, FKDM dan KSB," jelas Tubagus.
Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengimbau warga menyiapkan strategi dan mitigasi bencana banjir. Juga mengajak agar turut aktif melaporkan kejadian banjir untuk memudahkan pemetaan dan jangkauan tim lapangan melalui Petabencana.id.
"Melalui situs yang dikembangkan oleh BNPB tersebut warga juga dapat memantau perkembangan banjir terkini secara langsung," tuturnya.

Komentar