Banjir Bikin Sektor Retail dan Pangan Rugi Besar
ASKARA - Dampak banjir yang melanda Jakarta berimbas ke berbagai sektor. Salah satunya sektor ekonomi yang paling terasa dan mengalami kerugian besar.
Ekonom Institute For Development on Economic (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, banjir merambat pada pelaku usaha seperti pusat perbelanjaan. Pasalnya akses ke pusat perbelanjaan banyak yang terganggu.
"Sektor retail terpukul dengan menurunnya kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan, restoran. Bahkan beberapa mal masih terputus listriknya hingga siang ini, sehingga pengunjung tidak nyaman," ujar Bhima saat dihubungi, Selasa (25/2).
Selain itu, distribusi manufaktur di kawasan industri terimbas. Akibatnya pengiriman barang terlambat, baik bahan baku maupun produk jadi.
"Operasional pabrik terhenti, kantor kantor tutup. Ada biaya tambahan yang akan dibebankan kepada pelaku usaha," kata Bhima.
Sektor pariwisata juga terdampak, lantaran hotel maupun restoran berkurang pengunjungnya. Wabah virus corona sudah berdampak parah pada pariwisata, kini bencana banjir juga menyumbang dampaknya.
"Ini ditambah banjir lebih gawat lagi," ujar Bhima.
Bahkan harga pangan bisa melambung karena arus distribusi pangan terhambat, cuaca yang ekstrem menurunkan produksi pangan. Kemarin harga bawang putih sempat menembus Rp 60-70 ribu per kilogram di DKI Jakarta.
"Banjir menambah buruk outlook inflasi," ucapnya.
Bencana banjir sudah sering terjadi belakangan ini terhitung sejak awal tahun 2020. Bhima belum bisa merinci kerugian paling besar akibat banjir yang terjadi belakangan ini. Namun ditaksir yang mengalami kerugian terbesar ialah sektor pangan dan retail.
"Saya masih nunggu perbandingan wilayahnya. Yang jelas waktu tahun baru banjir di hari libur tapi hari ini banjir pada waktu hari kerja. Secara ekonomi jelas lebih besar kerugian saat ini," jelas Bhima.
Adapun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah ibu kota yang berlaku hingga Rabu (26/2).

Komentar