Selasa, 09 Juni 2026 | 00:21
NEWS

Drainase Buruk Salah Satu Penyebab Banjir di Harapan Indah

Drainase Buruk Salah Satu Penyebab Banjir di Harapan Indah
Banjir merendam Perumahan Harapan Indah, Bekasi (Dokumentasi BNPB)

ASKARA - Banjir dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter masih menggenangi permukiman warga di Perumahan Harapan Indah RW 20, Jalan Nusa Indah, Bekasi, Senin (24/2). 

Banjir terjadi sejak Minggu (23/2) dipicu intensitas hujan tinggi dan buruknya sistem drainase sehingga merendam RW 16, RW 17, RW 18, RW 19, dan RW 20 dengan ketinggian air mencapai sekitar 150 centimeter.

Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, kondisi perubahan ketinggian air sekaligus mengindikasikan bahwa banjir sudah berangsur surut, namun prosesnya tergolong lama.

"Selain buruknya sistem drainase, proses lambatnya penyurutan genangan air di lima RW tersebut juga disebabkan oleh kondisi topografi," ujar Kepala Pusdatinkom BNPB Agus Wibowo kepada media.

Wilayah tersebut merupakan daerah cekungan sehingga mengakibatkan genangan air tidak dapat keluar atau mengalir melalui saluran pembuangan.

Sementara di RW 18 ada tembok pembatas setinggi sekitar 5 meter berdiri di antara Harapan Indah I (Nusa Indah) dengan Harapan Indah II (Garden Indah) dan terdapat sumbatan saluran air yang terletak di bawah tembok pembatas.

"Hingga saat ini penduduk sekitar masih bahu membahu membersihkan sumbatan pada lokasi tersebut untuk mempercepat proses penyurutan air," kata Agus.

Sedangkan di RW 16 dan RW 17, banjir sudah surut dan warga mulai fokus membersihkan rumah masing-masing.

Melihat kondisi tersebut, BNPB memberikan saran sebagai solusi jangka pendek agar air dipompa ke luar dan dialirkan ke saluran pembuangan menuju Kali Blencong atau wilayah penampungan air yang lebih rendah.

"Perlu adanya perbaikan drainase guna mengatur manajemen air serta perlu adanya pengaturan pengelolaan sampah di area permukiman," terang Agus.

Komentar