Selasa, 09 Juni 2026 | 06:15
NEWS

Korban Banjir Sentani Terima Bantuan Stimulan

Korban Banjir Sentani Terima Bantuan Stimulan
Banjir dan tanah longsor di Sentani, Papua (Antara, Reuters, Voaindonesia)

ASKARA - Perkembangan penanganan pemulihan pasca banjir bandang di Sentani, Papua telah direalisasikan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura melakukan pembangunan fisik seperti rumah dan jembatan. 

BPBD mencatat 409 kepala keluarga dari total 1.201 sudah dipastikan mendapatkan bantuan dengan skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Sisa keluarga yang teridentifikasi masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah daerah setempat.  

"Mereka yang telah terverifikasi akan dicantumkan dalam lampiran dalam surat keputusan kepala daerah sebagai penerima bantuan stimulan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo kepada media, Jumat (14/2).

Kendala yang dihadapi terkait dengan verifikasi jumlah keluarga terdampak yaitu penambahan jumlah korban. Ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa mereka yang mengalami banjir di luar kejadian banjir bandang pada Maret 2019 lalu berhak mendapatkan bantuan DTH.

Sementara proses pembangunan fisik, rumah atau hunian tetap (huntap) masih dikerjakan di lapangan. Pembangunan huntap berlokasi di kawasan Kemiri dengan jumlah 18 unit. 

"Proses penyelesaian rumah hingga hari ini telah mencapai rangka atap. Pembangunan rumah didanai oleh Yayasan Buddha Tzu Chi," kata Agus. 

Pembangunan fisik lain yaitu Jembatan Bailey di lokasi yang sama dengan menggunakan kayu besi. Jembatan ini didesain mampu untuk menahan beban seberat 15 ton. 

Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sentani pada 16 Maret 2019 menelan korban meninggal dunia 104 jiwa dan mengakibatkan 9.691 jiwa mengungsi. 

Data BNPB pada 20 Maret mencatat 374 rumah rusak berat dan 104 ruko rusak. Fasilitas umum pun terdampak mengalami kerusakan.  

"Banjir bandang juga merusak infastruktur pendidikan, tempat ibadah, pasar, jalan, drainase dan jembatan," demikian Agus. 

Komentar