Selasa, 15 September 2026 | 06:22
NEWS

Semeru Erupsi, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter

Semeru Erupsi, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter
Ilustrasi ketika Semeru erupsi (Dok Pixabay)

ASKARA - Gunung Api Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa, 15 September 2026, pukul 04.32 WIB. Berdasarkan informasi MAGMA Indonesia, magma.esdm.go.id, kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 161 detik.

MAGMA Indonesia merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar juga perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Lahar juga berpotensi mengalir melalui sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat di wilayah rawan diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan dan mengikuti perkembangan informasi resmi aktivitas Gunung Api Semeru.

Aktivitas erupsi ini kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya vulkanik, khususnya di kawasan aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

 

Komentar