Paus Leo XIV Genap 71 Tahun, Perdamaian Jadi Pesan Utama Kepausannya
ASKARA - Paus Leo XIV genap berusia 71 tahun pada Senin, 14 September 2026. Ucapan selamat dan doa mengalir ke Vatikan dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Gereja-Gereja lokal di Italia.
Konferensi Waligereja Italia (CEI) menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan atas pelayanan Paus Leo XIV. Dalam pesannya, para uskup Italia menyoroti penekanan Paus terhadap Injil sebagai prioritas utama kehidupan Gereja dan iman sebagai perjumpaan pribadi dengan Kristus.
CEI juga menggarisbawahi seruan Paus Leo XIV agar Gereja membangun komunitas yang misioner, paroki yang terbuka dan menyambut semua orang, serta struktur partisipasi yang mampu menjawab kebutuhan umat.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan seruan Paus Leo dalam doa Angelus sehari sebelumnya mengenai hubungan antara pengampunan dan perdamaian. Bagi para uskup Italia, konflik kerap tumbuh ketika rekonsiliasi tidak menemukan ruang.
Perdamaian yang Terus Diulang
Perdamaian menjadi salah satu tema yang paling sering disuarakan Paus Leo XIV sepanjang tahun pertama masa kepausannya. Sejak menyampaikan seruan tentang perdamaian yang “tanpa senjata dan melucuti senjata” setelah terpilih sebagai Paus, ia berulang kali membawa pesan perdamaian dan rekonsiliasi dalam perjalanan apostolik, pertemuan, maupun berbagai pidatonya.
Dalam tahun pertama kepausannya, dua tema tersebut disebut lebih dari 400 kali dalam berbagai kesempatan. Bersamaan dengan itu, Paus Leo juga kerap berbicara mengenai persatuan, dialog, harapan, dan martabat manusia.
Perjalanan apostolik pertamanya membawanya ke Turki dan Lebanon. Di Nicaea, saat memperingati 1.700 tahun Konsili Ekumenis pertama, ia menekankan pentingnya persatuan umat Kristiani. Sementara di Lebanon, dialog dan perdamaian menjadi perhatian utama.
Paus Leo kemudian tercatat sebagai Paus pertama yang mengunjungi Monaco dan Aljazair. Di Annaba, kawasan yang dahulu dikenal sebagai Hippo, ia mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan Santo Agustinus. Dalam perjalanan ke Spanyol, Leo XIV juga menjadi Paus pertama yang berpidato di hadapan Parlemen Spanyol.
Pada 6 Januari 2026, Paus Leo XIV menutup Tahun Yubileum 2025 yang sebelumnya dibuka oleh Paus Fransiskus dengan menutup Pintu Suci Basilika Santo Petrus.
Dalam bidang teknologi, ensiklik pertamanya, Magnifica humanitas, menyoroti perkembangan kecerdasan buatan dan menegaskan bahwa teknologi harus tetap melayani martabat manusia, kebebasan, tanggung jawab, serta kepentingan bersama.
Ia juga menyelesaikan Dilexi te, Seruan Apostolik yang sebelumnya dimulai Paus Fransiskus dan membahas kasih kepada kaum miskin. Tema tersebut kembali menjadi perhatian ketika Paus Leo mengunjungi Lampedusa pada Juli dan bertemu dengan para migran.
Lahir di Chicago pada 14 September 1955, Paus Leo XIV memasuki tahun ke-72 kehidupannya dengan arah kepausan yang semakin jelas: mendorong perdamaian, merawat persatuan, membuka ruang dialog, serta membela martabat setiap manusia.
Di tengah dunia yang masih diwarnai konflik dan perpecahan, pesan ulang tahun Paus Leo XIV bukan sekadar perayaan usia. Ia menjadi pengingat bahwa perdamaian membutuhkan pengampunan, rekonsiliasi, dan keberanian untuk melihat manusia lain sebagai sesama.

Komentar