Kamis, 23 Juli 2026 | 19:46
NEWS

Gandeng KKP, Prof. Rokhmin Dahuri Cetak Wirausaha Baru Kelautan di Cirebon

Gandeng KKP, Prof. Rokhmin Dahuri Cetak Wirausaha Baru Kelautan di Cirebon
Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan materi pada Bintek kewirausahaan (foto.noli)

ASKARA – Tidak hanya menyalurkan bantuan alat pertanian dan perikanan, Anggota DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., kini serius mencetak pengusaha baru dari desa. Puluhan warga Kabupaten Cirebon mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan dan Akses Permodalan yang digelar pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Komisi IV DPR RI. Bertempat di Kantor Balai Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Cirebon, acara berlangsung penuh antusias.

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri hadir langsung membuka kegiatan sekaligus memberikan materi utama. Turut hadir jajaran KKP, yakni Direktur Pemberdayaan Usaha, Ditjen PDSPKP KKP RI, Ali Rahmat Iman Santoso, S.ST.PI., M.Si., Kuwu Desa Kedongdong Adi Juniadi, serta Tenaga Ahli DPR RI Edi Syamsuri.

Menariknya, KKP tidak hanya menghadirkan pejabat, tapi juga praktisi. Seorang wirausahawan sukses di bidang perikanan, Warnadi, dihadirkan sebagai pemateri untuk berbagi pengalaman nyata membangun usaha dari nol.

Potensi Laut Masih Sangat Luas

Dalam pengarahannya, Prof. Rokhmin menegaskan, sektor kelautan dan perikanan adalah tambang emas yang belum tergarap maksimal. Selama ini banyak warga pesisir hanya menjadi penonton, bukan pemain.

"Sebagai anggota Komisi IV, saya menggandeng KKP untuk membimbing masyarakat berwirausaha di bidang kelautan dan perikanan. Potensinya besar dan banyak yang bisa dilakukan karena sektor ini masih sangat luas," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu.

Menurutnya, KKP memiliki banyak program wirausaha, mulai dari budidaya ikan, pengolahan hasil perikanan, hingga akses permodalan dan pasar. Namun, masyarakat harus dibekali dulu fondasinya, yakni ilmu dan mental wirausaha.

"Jangan langsung dikasih modal kalau ilmunya belum ada. Makanya lewat bimtek ini kita kasih dulu ilmu dan pengetahuan tentang kewirausahaan agar mereka sukses berkelanjutan," tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.

Ia berharap, para peserta tidak hanya berhenti sebagai peserta bimtek, tapi benar-benar bisa meniru jejak Warnadi yang telah sukses menjadi pengusaha perikanan.

"Saya ingin para peserta nantinya bisa jadi pengusaha yang sukses dan berkelanjutan. Saya ingin mereka jadi bos, membuka lapangan kerja bagi tetangganya sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Usaha KKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menjelaskan bahwa bimtek ini juga membuka pintu akses permodalan. Peserta akan didampingi cara mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR), permodalan dari BLU LPMUKP, hingga cara membuat proposal usaha yang bankable.

Dengan adanya bimtek ini, diharapkan akan lahir wirausaha-wirausaha baru dari Desa Kedongdong dan sekitarnya yang mampu mengolah potensi kelautan Cirebon menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

 

Komentar