Rabu, 22 Juli 2026 | 07:54
NEWS

11 Politeknik Dilebur Jadi Satu, KKP Resmi Lahirkan Institut Kelautan Indonesia

11 Politeknik Dilebur Jadi Satu, KKP Resmi Lahirkan Institut Kelautan Indonesia
Peresmian Institut Kelautan Indonesia (antara)

ASKARA – Gebrakan besar dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebanyak 11 Politeknik Kelautan dan Perikanan yang selama ini tersebar di berbagai daerah resmi dilebur menjadi satu institusi besar bernama Institut Kelautan Indonesia (IKI) atau Ocean Institute of Indonesia (OII).

Langkah historis ini ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 50 dan Nomor 51 Tahun 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, ide peleburan ini bukan keputusan instan. Ia mengaku telah blusukan ke 11 kampus vokasi tersebut untuk melihat langsung sistem pendidikan hingga fasilitasnya.

Hasilnya, ia menemukan fakta yang memprihatinkan. Banyak fasilitas pembelajaran yang sudah usang dan tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri global.

"Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, tujuan akhirnya dia. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya," tegas Trenggono saat meresmikan IKI di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Dibiayai Negara 100%, Harus Hasilkan Lulusan Hebat

Trenggono menyoroti status mahasiswa politeknik KKP yang seluruh biayanya ditanggung negara. Dengan beasiswa 100%, ia menuntut hasil yang tidak main-main.

"Karena kita ini dibiayai oleh negara 100%. Coba bayangin, 100% dibiayai oleh negara. Beasiswa. Jadi hasilnya mestinya kualifikasinya juga harus hebat," bebernya.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh tertinggal. Potensi ekonomi biru Indonesia sangat besar, sementara negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, hingga China sudah memiliki industri kelautan dengan valuasi miliaran dolar dan butuh tenaga ahli berstandar internasional.

Ia mencontohkan kasus budidaya rumput laut yang ironis. Meski sudah ada sejak Indonesia merdeka dan telah memiliki 11 politeknik, cara budidayanya masih sangat tradisional.

"Harusnya sangat luar biasa, tapi cara berbudidaya kita masih sangat tradisional. Ini yang mestinya harus diubah," ujarnya.

Untuk itu, IKI tidak akan berjalan sendiri. Trenggono memerintahkan agar kurikulum dan riset IKI dikawinkan dengan kampus-kampus terbaik seperti ITB, Undip, IPB, serta BRIN. Tujuannya agar lahir industri-industri pendukung kelautan yang modern dan berdaya saing global.

Dengan peleburan ini, KKP menargetkan IKI menjadi pusat pencetak SDM unggul kelautan yang tidak hanya terampil di lapangan, tapi juga kuat di keilmuan dan inovasi.

Komentar