Kamis, 04 Juni 2026 | 08:23
NEWS

Tragis! SDN 10 Linge Tertimbun Longsor, ICMI Siapkan Program Khusus

Tragis! SDN 10 Linge Tertimbun Longsor, ICMI Siapkan Program Khusus
SDN 10 Linge tertimbun longsor (Dok Mubarak)

ASKARA - Dewan Pimpinan Pusat Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (DPP BARET ICMI) menyatakan keprihatinan mendalam atas rusaknya SD Negeri 10 Linge di Kampung Reje Payung, Kabupaten Aceh Tengah, akibat bencana banjir dan longsor. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah yang hingga kini masih berstatus tanggap darurat bencana.

Kepala SDN 10 Linge, Nurdinsyah, S.Pd., SD., M.Pd., menjelaskan bahwa bangunan sekolah mengalami kerusakan berat karena tertimbun material longsor. Sekolah yang memiliki 94 siswa itu berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) strategis Jambo Aye, sehingga rentan terdampak bencana hidrometeorologi.

Menanggapi laporan tersebut, DPP BARET ICMI menyatakan akan menindaklanjuti kondisi SDN 10 Linge dengan sejumlah program pemulihan dan pengembangan pendidikan. Ketua DPW BARET ICMI Aceh, Zamzam Mubarak, mengatakan perhatian tidak hanya diberikan pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada penguatan pendidikan berbasis alam dan kearifan adat setempat.

“Persoalan ini akan kami tindaklanjuti dengan aneka program pengembangan pendidikan berbasis alam dan adat,” ujar Zamzam Mubarak, Minggu (25/1/2026).

Selain sektor pendidikan, BARET ICMI juga menaruh perhatian serius terhadap masyarakat Aceh Tengah yang terdampak bencana. Bantuan dan dukungan kemanusiaan disebut akan segera disalurkan untuk membantu pemulihan warga di wilayah tersebut.

Menurut Zamzam, komitmen ini sekaligus menjadi upaya memperkuat masyarakat adat Gayo, mengingat Linge memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu jalur peradaban Aceh pada era awal perkembangan Islam di Nusantara serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional yang berada di hulu DAS Jambo Aye.

“Pendidikan di Linge harus diselamatkan. Kita harus menjadi motivator agar masyarakat Linge bangkit. Linge adalah episentrum peradaban Nusantara dan bagian dari ekosistem Leuser yang merupakan paru-paru dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan pengurus ICMI yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk yang saat ini menjabat sebagai menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo, menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun solidaritas untuk Aceh pascabencana.

Aceh Tengah sendiri telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional dengan komoditas unggulan serta potensi pariwisata nasional. Karena itu, BARET ICMI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak larut dalam duka, melainkan menjadikan bencana sebagai momentum kebangkitan.

“Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit dan membangun kembali,” pungkas Zamzam.

 

 

Komentar