DPP Baret ICMI Siapkan Program Kampung Siaga Bencana di Aceh Tengah
ASKARA - Dewan Pimpinan Pusat Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (DPP Baret ICMI) tengah menyiapkan program Kampung Siaga Bencana di Aceh Tengah sebagai langkah memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana sekaligus memulihkan kondisi ekonomi daerah.
Ketua Umum DPP Baret ICMI, Lili Erawati, menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, sekaligus meningkatkan kualitas hidup melalui pendekatan berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah program prioritas telah disiapkan dalam tahap awal pelaksanaan. Salah satunya adalah rehabilitasi lahan pertanian, khususnya sawah dan kebun kopi Arabika Gayo, guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Selain itu, Baret ICMI juga merencanakan pembangunan sekolah darurat berbasis alam yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai pusat mitigasi bencana dan pembelajaran eko-teologi bagi masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat Aceh Tengah pulih dari dampak bencana sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Lili Erawati dalam keterangan tertulisnya.
Dalam tahap persiapan, tim Baret ICMI telah melakukan riset awal untuk memetakan kondisi lahan yang terdampak bencana di Aceh Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim riset DPW Baret ICMI Aceh yang bertindak sebagai koordinator pelaksanaan lapangan.
Program Kampung Siaga Bencana ini juga mendapat dukungan dari Majelis Pimpinan Pusat ICMI yang menetapkan Aceh Tengah sebagai daerah prioritas penanganan. Wilayah ini dinilai strategis karena berada di hulu daerah aliran sungai Jambo Aye serta termasuk kawasan strategis nasional dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
Di sisi lain, kondisi ekonomi daerah pascabencana dinilai cukup memprihatinkan. Aceh Tengah tercatat mengalami tingkat inflasi hingga 8,60 persen, yang menggambarkan tekanan ekonomi serius bagi masyarakat.
Situasi tersebut, menurut Baret ICMI, berpotensi melemahkan ketahanan sosial masyarakat apabila tidak segera ditangani melalui kebijakan yang tepat.
Karena itu, DPP Baret ICMI berkomitmen memperkuat koordinasi di tingkat nasional untuk mempercepat pemulihan wilayah Aceh Tengah sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat dengan masyarakat lokal.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan pascabencana, tetapi juga melindungi aset strategis nasional yang ada di Aceh Tengah, baik dari sisi budaya, ekonomi, maupun lingkungan.

Komentar