Selasa, 21 Juli 2026 | 22:38
OPINI

Memasuki 2026: Disiplin dan Cerdik Berayun

Memasuki 2026: Disiplin dan Cerdik Berayun
Romo Yos Bintoro (Dok OCI)

ASKARA - Sejak 2017 dunia bergeser dari sistem unipolar ke multipolar dengan tiga kekuatan besar dalam sistem.

China menjadi kekuatan baru dan Rusia bangkit kembali menjadi kekuatan besar negara adidaya saling bertarung menuju keseimbangan baru yang kompetitif, bukan kooperatif.

Serangan AS terhadap Venezuela menjadi penanda bahwa 'cara lama' (baca:  Westphalia Treaty - 1648) sudah usang diganti Monroe Doctrine (1823) yang diplesetkan jadi Donroe Doctrine (2025). Tiga kata penting: sekuritas, ekonomi dan energi menjadi panglima perangnya.

Pada saat yang sama perubahan keseimbangan global membuka jendela transformasi struktural lewat kompetisi industrialisasi dan manufaktur. Indonesia masih berada di bawah Thailand dan Vietnam.

di tahun 2026 ini Indonesia yang memiliki modal sosial kuat sebagai bangsa yang murah hati (World Giving Index) selama 7 tahun berturut-turut (2017-2024) dan posisi strategis posisi silang 2 benua dan 2 samudera memiliki peluang besar 'cerdik berayun'. 

Solidaritas adalah kunci dari dalam: toleran, inklusif, bekerja dengan disiplin dan integritas. Ke luar bangsa Indonesia semakin menunjukkan kredibilitas nasionalisme yang inklusif: membuka ruang permodalan demi perkuatan industri, pangan dan digital, sambil terus mengupayakan kendali atas sumber daya kritis: minyak, batubara, nikel dan bahan tambang lain.

Sembari menebar optimisme kita senantiasa percaya akan kekuatan Tuhan yang telah memberikan sumber daya alam melimpah dan masayarakat gotong royong pada tingkat akar rumput. Berjuang dalam asa: For God, Nation and Humanity .... Trisila pokok dari Pancasila.

Salam sehat, berlimpah berkat.
+ Rm Yos Bintoro, Pr

 

Komentar