Kamis, 04 Juni 2026 | 05:44
NEWS

Baret ICMI Aceh Apresiasi Safrizal Jadi Koordinator Bencana Sumatera

Baret ICMI Aceh Apresiasi Safrizal Jadi Koordinator Bencana Sumatera
Zam Zam Mubarak bersama Dirjend Adwil Kemendagri ketika ngopi di Takengon, Aceh Tengah (Dok Zam Zam)

ASKARA - Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) wilayah Aceh mengapresiasi penunjukan Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, sebagai Koordinator Lintas Sektor Penanganan Bencana Sumatera. Penunjukan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas penanganan bencana, khususnya di Aceh dan wilayah Sumatera secara umum.

Ketua Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, mengatakan kehadiran figur yang memiliki pemahaman lapangan dan kewenangan koordinatif lintas sektor sangat dibutuhkan dalam situasi kebencanaan yang kompleks.

“Langkah ini penting untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas penanganan bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Zam Zam di Banda Aceh, Minggu (11/1).

Menurutnya, Safrizal telah menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan bencana, antara lain melalui kunjungan langsung ke Aceh serta instruksi percepatan distribusi logistik ke daerah terdampak. Upaya tersebut dinilai mampu mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat korban bencana.

Baret ICMI Aceh juga menilai bahwa penanganan bencana di Aceh tidak hanya membutuhkan respons darurat, tetapi juga langkah pemulihan ekonomi yang terencana dan berkelanjutan. Aktivasi kembali mesin-mesin ekonomi, baik sektor swasta maupun pemerintah, menjadi kunci kebangkitan pascabencana.

“Khusus penanganan bencana di Aceh perlu keseriusan dalam mengaktifkan kembali mesin-mesin ekonomi. Pemulihan ekonomi membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan swasta sebagai aktor utama ekonomi,” tambah Zam Zam.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan ekonomi di kawasan strategis nasional, khususnya wilayah Tengah Aceh, yang memiliki dampak langsung terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Menurutnya, momentum pascabencana harus dimanfaatkan untuk melakukan transformasi pengembangan ekonomi kawasan Tengah Aceh, sekaligus menjadikan Aceh sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional di pintu gerbang barat Indonesia.

 

Komentar