Selasa, 21 Juli 2026 | 13:40
NEWS

Ketua Baret ICMI Aceh: Jalan Rusak Parah, Ekonomi Tengah Aceh Tercekik

Ketua Baret ICMI Aceh: Jalan Rusak Parah, Ekonomi Tengah Aceh Tercekik
Ketua Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak dan ilustrasi jalan rusak parah (Dok Askara)

ASKARA - Ketua DPW Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menegaskan, akses jalan lintas Kertas Kraft Aceh (KKA) serta jalur Bireuen-Takengon merupakan "nyawa" bagi kawasan Tengah Aceh. Menurutnya, dua jalur tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi utama pergerakan ekonomi, logistik, dan mobilitas masyarakat dataran tinggi Gayo.

"Akses jalan KKA dan Bireuen-Takengon adalah nyawa bagi kawasan Tengah Aceh. Jika jalur ini terganggu, maka seluruh aktivitas masyarakat ikut lumpuh," ujar Zam Zam, Sabtu (28/2).

Ia menjelaskan, kerusakan jalan pascabanjir bandang dan longsor beberapa bulan lalu masih menyisakan persoalan serius. Distribusi barang menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, dan dampaknya kini mulai dirasakan dalam bentuk kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

"Saat ini kenaikan harga barang sudah terjadi karena akses jalan belum benar-benar baik. Biaya angkut naik, risiko perjalanan tinggi, dan ini akhirnya dibebankan ke masyarakat," katanya.

Zam Zam juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi semakin parah menjelang arus mudik Lebaran. Dengan volume kendaraan yang dipastikan meningkat, sementara kondisi jalan masih rusak di sejumlah titik, kemacetan dinilai tak terhindarkan.

"Situasi akan semakin berat saat mudik. Kemacetan pasti terjadi jika tidak ada penanganan cepat dan menyeluruh," tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti besarnya potensi kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang, berbatu, serta permukaan yang licin dan tidak rata. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama pemerintah.

"Kecelakaan lalu lintas sangat berpotensi terjadi. Kita tidak ingin ada korban jiwa hanya karena lambannya penanganan infrastruktur vital ini," ujarnya.

Zam Zam mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam memperbaiki akses jalan tersebut. Ia juga menilai, jika diperlukan, pemerintah sebaiknya membuka ruang kerja sama dan menerima dukungan dari berbagai pihak guna mempercepat pemulihan akses yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Tengah Aceh itu.

"Dengan kondisi hari ini perlu disiapkan Posko siaga," tegasnya.

 

Komentar