Baret ICMI Aceh Dorong Rehabilitasi Lahan Pascabanjir
ASKARA - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan luas pada areal persawahan dan perkebunan warga. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Ketua Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Wilayah Aceh, Zam Zam Mubarak, mengatakan pemulihan sektor pertanian harus segera dilakukan melalui langkah rehabilitasi lahan yang terencana dan terkoordinasi.
Menurutnya, pemulihan lahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan menyeluruh dengan melibatkan pemerintah, akademisi, praktisi pertanian, serta masyarakat terdampak.
Zam Zam menilai percepatan pemulihan ekonomi daerah sangat bergantung pada kembalinya produktivitas lahan pertanian dan perkebunan, termasuk kawasan perkebunan kopi Arabika Gayo dan areal persawahan yang terdampak banjir serta longsor.
Untuk itu, Baret ICMI Aceh berencana melakukan riset guna menemukan metode rehabilitasi lahan yang efektif dan efisien. Penelitian tersebut akan melibatkan para ahli dan praktisi guna merumuskan langkah pemulihan yang tepat.
Beberapa lokasi persawahan dan perkebunan yang terdampak bencana akan dijadikan proyek percontohan atau pilot project guna menguji metode rehabilitasi lahan sebelum diterapkan secara lebih luas.
Zam Zam menekankan bahwa persoalan pemulihan lahan tidak boleh dibebankan hanya kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif semua pihak agar lahan pertanian dapat kembali produktif dalam waktu lebih cepat.
“Metode rehabilitasi lahan harus menjadi perhatian bersama. Jangan biarkan masyarakat menghadapi persoalan ini sendirian di tengah situasi pascabencana,” ujarnya, Sabtu (31/1).

Komentar