Prof. Rokhmin Dahuri Bawa Angin Segar ke Labetawi Tual: Rp13,6 Miliar untuk Kampung Nelayan Merah Putih
ASKARA - Kota Tual kembali menjadi sorotan nasional dengan kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, pada Rabu (5/11).
Kedatangan rombongan, yang turut didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pihak Adhi Karya, disambut dengan tarian dan pengalungan syal sebagai simbol penghormatan adat.di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. Kehadiran tokoh kelautan nasional ini membawa semangat pembangunan berkelanjutan.
Disambut hangat oleh Wakil Walikota Tual, H. Amir Rumra, serta jajaran Pemerintah Kota di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, kunjungan ini menandai langkah strategis dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia.
Kedatangan rombongan, yang turut didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pihak Adhi Karya. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum strategis bagi transformasi pesisir.
Kehadiran Prof. Rokhmin, yang juga Rektor Universitas UMMI Bogor ini, membawa kabar baik: Kota Tual terpilih sebagai penerima program pembangunan tahap pertama Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), bersama Kabupaten Buru, dengan alokasi anggaran sebesar Rp13,6 miliar.
Dalam kunjungannya ke Desa Labetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Prof. Rokhmin meninjau langsung lokasi pembangunan KNMP di Ohoi Lebetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara. Setelah itu, ia juga menyambangi kelompok budidaya teripang di Ohoi Lairkamor, yakni Salterai Tual Teripang Center, yang merupakan bagian dari program CSR Pertamina Fuel.
“Pembangunan KNMP bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan usaha perikanan,” tegas Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Ia menekankan pentingnya produktivitas yang berkelanjutan dan dukungan dari hulu ke hilir agar hasil tangkapan dapat diolah dan dipasarkan secara optimal.
“Penangkapan ikan harus produktif tapi tetap lestari. Kita harus menjaga potensi produksi agar berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dari hulu ke hilir untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Dalam pernyataannya, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa tujuan utama program strategis nasional ini adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, memastikan kebersihan lingkungan pesisir, serta mencapai keberlanjutan usaha perikanan di Tual.
Bersama Kabupaten Buru, Kota Tual menjadi daerah prioritas penerima proyek KNMP di Provinsi Maluku tahun 2025, dengan alokasi anggaran sebesar Rp13,6 miliar.
“Saya pada saat menjabat Dirjen KKP dua kali berkunjung ke sini, selain itu juga pada saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan tiga kali berkunjung,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.
Ia mengenang, kunjungan pada masa jabatannya sebagai Menteri Kelautan dilakukan dalam rangka peresmian pelabuhan perikanan dan pabrik pengolahan ikan milik Tomy Winata. “Kemudian setelah pensiun saya ke Tual juga bersama pak Anies Matta,” imbuhnya.

Pembangunan Infrastruktur Vital
Agenda utama kunjungan adalah meninjau secara langsung progres pembangunan infrastruktur vital seperti cold storage (gudang pendingin) dan fasilitas tambatan perahu (dermaga) yang terletak di depan desa.
Dalam peninjauan, Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu terlebih dahulu melihat proses pembangunan cold storage, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jembatan perahu yang terletak di depan Ohoi Lebetawi.
"Pembangunan KNMP ini bertujuan untuk mensejahterakan nelayan, dengan meningkatkan pendapatan nelayan juga keberlanjutan usaha perikanan," ujarnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan (2025-2030) ini menekankan bahwa produktivitas penangkapan ikan harus meningkat, namun tetap berkelanjutan, agar tidak melebihi potensi produksi yang ada.
"Artinya harus ada potensi produksi lestari, jadi minimal penangkapan tidak boleh lebih dari potensi produksi," jelas kata Ketua Dewan Pakar ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan
Kepulauan se Indonesia).
Kegiatan hari pertama kunjungan kerja diakhiri dengan tatap muka bersama ASN Pemkot Tual di Aula Balai Kota, dengan tema “Pembangunan Ekonomi Biru Berkelanjutan untuk Peningkatan Daya Saing, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Tual.”

Sinergi Pemda dan DPR RI
Wakil Walikota Tual, H. Amir Rumra, menyampaikan salam hormat dari Walikota Tual, H. Ahkmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., MH, yang berhalangan hadir. Wakil Walikota berharap kunjungan kerja Prof. Rokhmin ini dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPR RI.
"Dan dapat membawa aspirasi serta kebutuhan masyarakat Tual ke tingkat nasional untuk membangun daerah menjadi lebih baik," ungkapnya.
Selain membawa semangat pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan, kunjungan ini memperkuat komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan ekonomi biru di wilayah timur Indonesia.

Komentar