Gempa Susulan M5,0 Guncang Maluku
ASKARA – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Pantai Utara Seram Bagian Timur, Maluku, pada Sabtu (1/8/2026) pukul 06.15.51 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa berkekuatan magnitudo 5,0 tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menjelaskan hasil analisis menunjukkan episentrum gempa berada di laut pada koordinat 2,80 Lintang Selatan dan 130,24 Bujur Timur, atau sekitar 43 kilometer barat laut Seram Bagian Timur, Maluku, dengan kedalaman 10 kilometer.
Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas penyesaran pada zona Seram Fold and Thrust Belt. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault), yang umum terjadi akibat aktivitas tektonik di kawasan tersebut.
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Bula, Seram Bagian Timur. Pada tingkat guncangan tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, hingga dinding berbunyi.
Sementara itu, di wilayah Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, serta Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI.
BMKG menyebut gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,5 yang mengguncang Seram Bagian Timur pada pukul 03.19.29 WIB di hari yang sama. Hingga pukul 06.45 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 19 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,1.
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman untuk digunakan kembali.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemerintah daerah serta masyarakat melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial @infoBMKG, laman www.bmkg.go.id, dan aplikasi InfoBMKG.

Komentar