Kamis, 04 Juni 2026 | 10:18
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri Temui Petani Cirebon: Serap Aspirasi, Perjuangkan Kebutuhan Alsintan

Prof. Rokhmin Dahuri Temui Petani Cirebon: Serap Aspirasi, Perjuangkan Kebutuhan Alsintan
Prof. Rokhmin Dahuri berdialog dengan Petani Cirebon (Caruban)

ASKARA - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan nasib petani. Dalam masa reses, Prof. Rokhmin Dahuri melakukan kunjungan reses ke Kecamatan Kaliwedi dan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/8/2025), untuk berdialog dengan petani dan melihat kondisi lapangan secara nyata. 

Kunjungan di empat desa yang dikunjungi, Guwa Lor, Guwa Kidul, Panunggul, dan Bayalangu Lor, bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap nasib petani dan pembangunan desa. 

Rektor Universitas UMMI Bogor ini menyerap aspirasi langsung dari petani terkait kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi, pupuk, serta pengerukan sungai. Selain itu, ia juga meninjau kondisi Bendungan Jatipari, panen cabai, penggilingan padi, hingga budidaya ikan lele di Gegesik Lor.

Kuwu Guwa Lor, H. Maksudi, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan traktor dari Kementan yang sudah dirasakan manfaatnya oleh para petani. Namun ia juga menyoroti persoalan irigasi yang masih menjadi kendala utama.

“Terima kasih Prof. Rokhmin, kami petani Guwa Lor sudah mendapat traktor. Saat ini keluhan para petani soal irigasi. Para petani sering sulit dapat air untuk mengairi sawah. Kami sering mendapat air dari Indramayu,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Prof. Rokhmin Dahuri yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 ini menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi petani di tingkat pusat.

“Semua aspirasi akan saya perjuangkan. Tapi perlu dipahami, ada mekanisme anggaran. Usulan hari ini, baru bisa dianggarkan untuk tahun berikutnya. Mohon bersabar, insya Allah saya tidak tinggal diam,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini juga mengajak para kepala desa dan petani untuk terus semangat dan menjaga kolaborasi dengan pemerintah agar cita-cita mewujudkan petani sejahtera bisa terwujud.

“Dalam sistem anggaran kita, setiap usulan tahun 2025 baru direalisasikan 2026. Mekanisme anggarannya begitu, jadi ada proses dan mohon untuk sabar. Saya pasti memperjuangkan aspirasi petani,” pungkas Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kelautan dan Perikanan ini.

Kehadiran Prof. Rokhmin disambut hangat, tidak hanya oleh warga, tapi juga unsur Forkopimcam seperti danramil dan kapolsek. Ini menunjukkan bahwa sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat desa masih menjadi pilar penting membangun Indonesia dari desa.

Komentar