Urgensi Dilakukan Analisis Pangan
Oleh: Adelia Silviana
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
ASKARA - Pangan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat dikonsumsi, baik setelah melalui proses pengolahan maupun tanpa diolah. Pangan dapat berasal dari sumber hewani maupun nabati. Karena pangan dikonsumsi oleh manusia, maka penting untuk memastikan bahwa pangan tersebut aman, tidak menimbulkan bahaya, serta memberikan manfaat gizi bagi tubuh. Setiap bahan pangan mengandung berbagai zat yang perlu dikaji lebih lanjut untuk menjamin kualitasnya.
Kata analisis berasal dari bahasa Yunani, yaitu "ana" yang berarti kembali dan "luein" yang berarti melepas. Dalam pengertian ilmiah, analisis adalah suatu usaha untuk memisahkan suatu kesatuan materi menjadi komponen-komponen penyusunnya. Komponen-komponen tersebut kemudian dikaji lebih dalam untuk memahami sifat, fungsi, dan peranannya dalam pangan.
Analisis pangan secara umum dibagi menjadi tiga jenis utama:
1. Analisis Fisik
Analisis ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisik suatu bahan pangan. Parameter yang dinilai meliputi tekstur, bentuk, ukuran, luas permukaan, warna, kenampakan, berat, susut bobot, densitas, porositas, dan kadar air.
2. Analisis Kimia
Analisis ini dilakukan berdasarkan prinsip reaksi kimia. Digunakan untuk mengukur komposisi bahan makanan, zat gizi, bahan tambahan pangan, dan zat kimia lain yang terkandung dalam produk.
3. Analisis Mikrobiologi
Bertujuan untuk mendeteksi keberadaan mikroorganisme seperti kapang, khamir, dan yeast dalam bahan pangan. Analisis ini sangat penting untuk menjamin keamanan pangan dari kontaminasi biologis.
Beberapa senyawa penting yang biasanya dianalisis dalam bahan pangan antara lain kadar air, abu, mineral, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, senyawa beracun, serta mikroorganisme patogen.
Tujuan utama dari analisis pangan adalah untuk memastikan bahwa bahan atau produk pangan yang akan diperjualbelikan sudah sesuai dengan standar keamanan dan mutu yang berlaku. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berwenang dalam memberikan izin edar bagi produk pangan. Produk yang telah terdaftar di BPOM biasanya mencantumkan nomor registrasi pada kemasannya. Konsumen dapat memverifikasi nomor tersebut melalui laman resmi BPOM: https://cekbpom.pom.go.id.
Selain aspek kesehatan, analisis pangan juga bertujuan untuk memastikan bahwa produk tidak bertentangan dengan budaya dan keyakinan masyarakat. Contohnya, keberadaan logo halal pada kemasan pangan sangat penting bagi umat Muslim. Di beberapa negara, juga berlaku hukum makanan kosher yang lebih umum digunakan oleh komunitas Yahudi, meskipun penerapannya di Indonesia masih sangat terbatas.

Komentar