Kamis, 04 Juni 2026 | 04:54
NEWS

Wisuda Sekolah Vokasi IPB University, Prof. Rokhmin Dahuri: Pahami Cetak Biru Pembangunan Nasional dan Dinamika Global

Wisuda Sekolah Vokasi IPB University,  Prof. Rokhmin Dahuri: Pahami Cetak Biru Pembangunan Nasional dan Dinamika Global
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS

ASKARA - Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menegaskan, para wisudawan Sekolah Vokasi IPB University harus membaca dan memahami Peta Jalan dan Cetak Biru Pembangunan Nasional, dan dinamika global termasuk perkembangan super cepat (disrupsi) teknologi, triple ecological crisis (Perubahan Iklim Global, pencemaran, dan biodiversity loss), dan ketegangan geopolitik yang kian meningkat seperti perang Rusia vs Ukraina, genosida Israel terhadap bangsa Palestina, dan rivalitas antara AS vs China. 

Demikian disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri saat memberikan sambutan pada acara Wisuda Program Sarjana Terapan dan Diploma III, Sekolah Vokasi IPB University Tahap II 2023 - 2024, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Selasa, 22 Oktober 2024.

Wisuda dihadiri Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria beserta para wakil rektor, sekretaris institut dan  jajarannya, Ketua Majelis Wali Amanah IPB University dan jajarannya, Ketua Senat Akademik dan jajarannya, Ketua Dewan Guru Besar beserta jajaran, Para Dekan Fakultas dan Wakil Dekan, Segenap civitas akademika IPB University.

"Saya yakin semua wisudawan setelah acara wisuda ini bisa hidup sukses dan bahagia untuk diri dan keluarganya. Selain itu, sebagai warga negara dan warga dunia yang baik, tentu keberhasilan hidup para wisudawan juga diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia yang maju, adil-makmur, dan berdaulat (Indonesia Emas) paling lambat pada 2045," ujar anggota Dewan Pembina HA-IPB (Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor) itu.

Selain itu, sambungnya, berkontribusi nyata bagi terwujudnya dunia yang lebih baik, sejahtera, damai, dan berkelanjutan (for a better, prosperous, peaceful, and sustainable world). 

"Dan, sebagai insan yang beragama dan beriman, sukses dan bahagia itu tentu bukan hanya di dunia, tetapi juga yang lebih penting di akhirat kelak," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan tiga bekal supaya para wisudawan dapat hidup sukses – bahagia, bukan hanya untuk diri dan keluarga, tetapi juga bermanfaat bagi bangsa kita Indonesia dan dunia, serta bukan hanya bahagia di dunia fana ini, tetapi juga di akhirat kelak. 

"Pertama adalah hard skills (intellectual quotient) yang meliputi kompetensi bidang ilmu sesuai Program Studi yang saudara-saudara tempuh selama kuliah di IPB University, kemampuan literasi, kemampuan matematik (kemampuan berfikir logis, analisis dan sintesis), dan ilmu pengetahuan," ucapnya.

Kedua, adalah soft skills (emotional quotient) termasuk kreatif, inovatif, adaptif, agile, kerja keras dan tuntas, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama (teamwork), sabar, bersyukur, jujur, amanah, kanaah, dan etos kerja unggul serta akhlak mulia lainnya. Ketiga, beriman dan taqwa kepada Tuhan YME, menurut agama kita masing-masing.

"Untuk memiliki dan menguasai ketiga bekal diatas, intinya para wisudawan harus terus rajin membaca dan belajar kehidupan (life-long learning); mengikuti pelatihan, baik yang sifatnya upskilling maupun re-skilling, diskusi, seminar, workshop dan konferensi sesuai kebutuhan; dan menjalankan seluruh perintah Allah serta menjauhi setiap larangan Nya," tegasnya.


Negara Maju dan Makmur 

Anggota DPR RI periode 2024 - 2029 tersebut menegaskan, Indonesia memiliki modal dasar yang lengkap dan sangat besar untuk menjadi negara-bangsa yang maju, Sejahtera, dan berdaulat. Mulai dari besarnya jumlah penduduk, sekitar 280 juta orang (terbesar keempat di dunia), kekayaan SDA yang besar dan beragam, dan posisi geoekonomi yang sangat strategis. 

Ketiga modal dasar ini, mestinya memudahkan kita rakyat Indonesia, termasuk para wisudawan, mudah untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan. 

"Pertanyaannya, mengapa sudah 79 tahun Merdeka, Indonesia masih sebagai negara berpendapatan menengah dengan GNI per kapita saat ini baru sebesar 5.100 dolar AS, dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi, jumlah penderita stunting dan gizi buruk yang masih lebih tinggi dari yang dipersyaratkan oleh WHO (2000)," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong 2001-2004 itu .

Mengutip Dr. Ray Dallo dalam buku terlarisnya, berjudul Principles for Dealing with the Changing World Order: Why Nations Succeed and Fail, yang terbit pada 2021, Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan, belum berhasilnya Indonesia menjadi negara maju dan Makmur, karena lima hal utama. Yaitu: kebijakan pembangunan (ekonomi) yang kurang tepat dan bijaksana, instabilitas social-politik, rendahnya budaya yang mendorong warga negara (rakyat) untuk berinovasi dan kerja keras, “too many cowboys than Indian”, dan belum optimalnya peran pendidikan yang efektif dalam membangun sumber daya manusia (human capital) yang berkualitas unggul. 

Peran Lulusan Sekolah Vokasi 

Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan, IPB University merupakan salah satu Perguruan Terbaik dari sekitar 4.523 PT yang ada di Indonesia. Menurut Kementerian Pendidikan, sejak awal pemeringkatan PT di Indonesia pada 1976 sampai 2019, IPB selalu berada di peringkat-4 setelah UI, UGM, dan ITB. Kemudian, pada 2021 menjadi peringat-1. 

"Prestasi monumental ini, selain atas Ridha Allah, tetapi juga berkat kepemimpinan Prof. Dr. Arif Satria sebagai Rektor IPB University," sebutnya.

Di sinilah, menurut Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) tersebut, peran para lulusan Sekolah Vokasi dapat lebih berperan dan berkontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045. Karena, kurikulum dan metoda Pendidikan Vokasi yang saudara-saudara tempuh lebih dominan prakteknya (70%) ketimbang teori di kelas (30%). Sehingga, para wisudawan lebih skillful (terampil dan ahli) ketimbang lulusan sarjana umum.

Lalu, Prof. Rokhmin Dahuri mengimbau, sebagai bagian dari keluarga besar Himpunan Alumni IPB. Rumah besar para alumni IPB dan wadah bagi para alumni 
untuk saling tolong menolong, dan saling membesarkan dalam kebaikan. Dan, untuk senantiasa berkhidmat pada tiga fokus pengabdian, yaitu pengabdian kepada almamater IPB University, kepada alumni, dan kepada masyarakat / bangsa serta dunia. 

Saat ini organisasi HA IPB sudah memiliki 35 DPD di tingkat provinsi, lebih dari 200 DPC di tingkat kotamadya/kabupaten, 12 DPK di tingkat komisariat Fakultas, 7 DPC Internasional (Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat) dan  5 Badan Otonom yaitu YAPI, ABC, ARM, DKM Masjid Alumni dan Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB.

 

Himpunan Alumni IPB berupaya keras mewadahi minat, potensi dan kepedulian alumni dalam berbagai program dan kegiatan. Hingga kini, Himpunan Alumni IPB telah menggagas dan menjalankan banyak program terobosan yang bermanfaat untuk diikuti oleh alumni melalui Program legacynya, antara lain: Mentoring Leader , Forum Silaturahmi Alumni, Gerakan Nasional Penanaman Pohon Langka, Diaspora Mentoring, Diaspora Talk, Friday Talk, FALP Future Agile Leadership program, Food and Agricultural Summit, Forum Bisnis Alumni, Donor Darah Nasional.

 

Pada tahun 2023 dan 2024 ini HA IPB telah menghadirkan beberapa program legacy baru, antara lain: Pendidikan Sekolah Ekspor, Sekolah Pemilu dan Demokrasi Elektoral (SPIDOL), IPB Run dan Cycling for The Earth, Reuni Akbar 60 tahun IPB, Dialog Capres 2024, HA IPB AWARD Ke-3.

Dalam pidato penutup, Prof. Rokhmin Dahuri berharap agar para alumni tetap terkoneksi kuat dengan almamater kita IPB University, dan terus bersama-sama menebar kebaikan serta manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Dia juga mengingatkan, para wisudawan untuk berpartisipasi di dalam pengisian 
Tracer Study yaitu Survey penelusuran lulusan yang diselenggarakan oleh IPB. Karena Tracer Study ini akan membantu almamater kita untuk senantiasa meningkatkan kualitas program Pendidikan di IPB dan memonitor serapan dunia usaha dari para lulusan IPB.

"Mewakili Ketua Umum DPP HA-IPB, saya ucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah sukses menyelesaikan studi Sarjana Terapan dan Diploma III, Sekolah Vokasi IPB yang hari ini akan melaksanakan prosesi wisuda kelulusannya," imbuh profesor kehormatan dari Departemen Kerjasama Pembangunan Internasional Universitas Shinhan Korea Selatan itu.

Komentar