Senin, 20 Mei 2024 | 05:55
OPINI

Pemimpin yang Mencintai Budaya dan Menghargai Warisan Leluhur

Pemimpin yang Mencintai Budaya dan Menghargai Warisan Leluhur
Johanes Gluba Gebze dan tarian Papua (Dok Askara)

ASKARA - Dalam pencarian dan penelusuran jejak sejarah dan budaya yang hampir terhapus karena ketidakpedulian para pewarisnya, kita membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang identitas kita sebagai manusia.

Setiap runtutan sejarah adalah bagian dari warisan kolektif yang membentuk jati diri kita, dan ketidakpedulian terhadap warisan ini dapat mengakibatkan kehilangan yang tidak dapat dikembalikan. Melalui upaya memahami dan memelihara warisan budaya, kita memastikan bahwa cerita-cerita masa lalu tetap hidup dan memberi inspirasi untuk masa depan.

Seorang pemimpin yang sejati bisa diibaratkan sebagai matahari yang melangit ke angkasa, membawa cahaya dan kehangatan bagi dunia yang kelam. Dalam konteks ini, tanggung jawab seorang pemimpin bukan hanya untuk memimpin, tetapi juga untuk mencerahkan dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Sebuah kepemimpinan yang membumi dan berempati terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya adalah kunci untuk memastikan bahwa pewarisannya tidak terlupakan atau diabaikan.

Menghargai dan memelihara warisan sejarah dan budaya bukanlah tugas yang mudah, tetapi merupakan investasi yang sangat berharga untuk generasi yang akan datang. Dengan memahami akar sejarah kita, kita dapat membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih baik. Pemimpin yang bijaksana akan memahami pentingnya memberdayakan masyarakat untuk menghargai dan merawat warisan budaya, sehingga tidak akan terpinggirkan atau terlupakan.

Dalam mengejar visi keadilan dan kemajuan, penting untuk tidak melupakan akar kita. Jejak sejarah dan budaya adalah landasan yang memungkinkan kita untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu dan masyarakat. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab seorang pemimpin untuk memastikan bahwa cahaya warisan ini terus bersinar terang, mengarahkan kita menuju masa depan yang lebih cerah dan berarti.

Dengan memandang pemimpin sebagai pencerah yang membawa cahaya kepada masyarakat, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk menghargai dan memelihara warisan sejarah dan budaya kita. Hanya melalui kesadaran kolektif dan tindakan bersama bahwa kita dapat mencegah jejak berharga ini tenggelam dalam kelamnya ketidakpedulian.

 

John Gluba Gebze

Selasa, 16 April 2024


 

Komentar