Minggu, 14 Juni 2026 | 14:21
NEWS

John Gluba Gebze: Pemuda dan Mama-Mama Malind Mulai Bangun Kemandirian Pangan Papua Selatan

John Gluba Gebze: Pemuda dan Mama-Mama Malind Mulai Bangun Kemandirian Pangan Papua Selatan
Tumbuhnya semangat bertani di kalangan masyarakat adat Malind di Wasur II, Merauke (Dok JGG)

ASKARA - Tokoh masyarakat Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze, menyampaikan optimisme terhadap tumbuhnya semangat bertani di kalangan masyarakat adat Malind di Wasur II, Merauke. Menurutnya, keterlibatan pemuda dan kaum ibu dalam pengembangan pertanian menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian pangan di Papua Selatan.

Dalam keterangannya, John Gluba Gebze mengungkapkan, tim penanam dari Wasur II terus melanjutkan kegiatan penanaman padi dengan hasil yang menggembirakan. Lima orang anggota tim yang merupakan putra-putra asli Malind mampu mencapai target penanaman satu hektare dalam dua hari berkat keterampilan yang terus diasah.

"Mereka sangat terampil dalam penanaman dan menjadi andalan dalam mengoptimalkan puluhan hektare lahan yang telah dipersiapkan. Putra-putra asli Malind juga terus belajar mengoperasikan mekanisasi pertanian dengan traktor agar semakin piawai mengelola lahan luas milik mereka sendiri," ujar John Gluba Gebze, Minggu (14/6).

Menurut mantan Bupati Merauke tersebut, proses pembinaan dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan generasi muda Malind menjadi petani yang tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan pangan dari tanah leluhurnya sendiri.

"Kalau kemarin kita membeli karena tidak menanam sendiri, hari ini kita belajar bertani, besok kita menanam sendiri. Dengan demikian, ke depan masyarakat tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya," katanya.

John Gluba Gebze menegaskan, semangat bertani harus terus ditumbuhkan agar masyarakat Papua Selatan mampu berdiri di atas kekuatan pangan sendiri.

"Giat bertani, mandiri pangan, kita berjaya dan jauh dari kesusahan," tegasnya.

Memasuki hari keempat penanaman padi dengan pola jajar legowo, kegiatan di Wasur II Merauke juga melibatkan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tabur Tuai. Hingga Minggu (14/6/2026), kelompok tersebut telah berhasil menanam sekitar dua hektare lahan dan terus melanjutkan penanaman yang ditargetkan mencapai puluhan hektare sepanjang Juni hingga Juli.

Seluruh areal tanam telah dipersiapkan dengan sistem pindah tanam, sementara bibit padi berasal dari persemaian yang dibina oleh petani berpengalaman, Tugiman.

John Gluba Gebze yang juga dikenal sebagai Tokoh Pamong Tani Padepokan Tani Wasur II berharap upaya tersebut dapat menghasilkan panen yang baik dan menjadi contoh bagi pengembangan pertanian rakyat di Papua Selatan.

"Tak ada hari tanpa menanam agar kita tidak berkekurangan pangan di negeri agraris ini. Masyarakat Malind mampu jika dibina, dibimbing, dan diberi kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka," ujarnya.

Ia menilai penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat adat merupakan langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung di Papua Selatan.

"Dari tanah sendiri kita bangun masa depan. Ketika masyarakat mampu mengelola lahannya secara mandiri, maka kesejahteraan dan kedaulatan pangan akan menjadi milik kita sendiri," pungkas John Gluba Gebze.

 

Komentar