John Gluba Gebze: Perawatan Berkelanjutan Kunci Keberhasilan Pertanian Padi Marind
ASKARA – Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, menegaskan bahwa keberhasilan budidaya padi tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi sangat ditentukan oleh perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan hingga tanaman memasuki masa pertumbuhan dan pembuahan.
Menurut John, perawatan tanaman padi secara maksimal harus dilakukan secara konsisten pada seluruh petak sawah yang telah ditanami oleh Tim Terpadu Gapoktan Tabur Tuai Putera Malind Kampung Ilwayab dan Wanam bersama petani mitra asal Jawa dari Wasur II, Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
"Perawatan padi agar maksimal dalam perkembangan pertumbuhan sampai dengan pembuahannya berhasil baik, ditunjang dengan perawatan yang kontinyu pada seluruh petak sawah yang telah ditanami," ujar John Gluba Gebze.
Ia menjelaskan, tahapan pemeliharaan tanaman menjadi bagian penting dalam memastikan hasil produksi pertanian. Mulai dari pengawasan pertumbuhan, pengaturan kebutuhan air, pemupukan, hingga pengendalian berbagai faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman harus dilakukan secara disiplin.
John mengatakan, keterlibatan putera-putera Marind bersama petani mitra dalam setiap tahapan pertanian merupakan proses pembelajaran penting untuk membangun kemandirian petani lokal.
"Melalui proses ini, anak-anak Marind tidak hanya belajar menanam, tetapi juga memahami bagaimana merawat tanaman hingga menghasilkan panen yang baik. Inilah keterampilan yang akan menjadi modal mereka mengelola lahan pertanian di negerinya sendiri," katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara Gapoktan Tabur Tuai Putera Malind dengan petani mitra asal Jawa menjadi contoh nyata perpaduan antara pengalaman lapangan dan semangat masyarakat lokal dalam mengembangkan sektor pertanian Papua Selatan.
Kawasan Wasur II saat ini menjadi salah satu lokasi pembinaan pertanian terpadu, tempat para petani muda Marind mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola lahan produktif dari hulu hingga hilir.
John berharap proses pendampingan yang berjalan secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi petani Marind yang terampil, mandiri, dan mampu menjadikan lahan tidur yang luas sebagai sumber pangan serta kesejahteraan masyarakat.
"Tanah Papua Selatan memiliki potensi besar. Dengan ilmu, keterampilan, dan kerja keras, lahan yang ada dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut memperkuat ketahanan pangan Indonesia," pungkasnya.

Komentar