Selasa, 30 Juni 2026 | 00:40
NEWS

Petani Malind Belajar Pertanian Padi dari Hulu hingga Hilir

Petani Malind Belajar Pertanian Padi dari Hulu hingga Hilir
Setelah pengolahan lahan selesai, dilakukan penyemprotan menggunakan obat Council untuk mematikan biji-bijian dan gulma (Dok JGG)

ASKARA - Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, mengatakan proses pengembangan pertanian padi di Padepokan Wasur II, Merauke, tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga membekali masyarakat adat dengan pengetahuan lengkap mengenai seluruh tahapan usaha tani, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen.

Menurut John Gluba Gebze, setelah lahan sawah selesai diolah dan dinyatakan siap tanam, tahap berikutnya adalah penyemprotan menggunakan herbisida Council untuk mengendalikan gulma.

"Setelah pengolahan lahan selesai, dilakukan penyemprotan menggunakan obat Council untuk mematikan biji-bijian dan gulma, sehingga saat penanaman nanti sawah benar-benar bersih dari tumbuhan pengganggu," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan penyemprotan tersebut dilakukan oleh putra-putra tani Malind yang berasal dari Kampung Ilwayab dan Kampung Sota. Keterlibatan mereka merupakan bagian dari proses pembelajaran langsung di lapangan agar mampu menguasai teknik budidaya padi secara menyeluruh.

John Gluba Gebze menuturkan, pengenalan paket teknologi pertanian dari hulu hingga hilir diberikan melalui praktik langsung di lahan sawah Padepokan Wasur II. Dengan metode tersebut, para petani lokal tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola sawah.

"Harapannya, setelah memperoleh pembekalan dan pengalaman usaha tani ini, mereka dapat mengamalkannya untuk mengelola tanah ulayat di kampung masing-masing," katanya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat adat agar mampu mengembangkan sektor pertanian secara mandiri tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal.

John Gluba Gebze berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh para petani Malind di Wasur II dapat menjadi bekal untuk memperluas budidaya padi di berbagai kampung di Papua Selatan. Dengan demikian, ketahanan pangan masyarakat dapat semakin kuat sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui sektor pertanian.

 

Komentar