Senin, 15 Juni 2026 | 10:46
NEWS

John Gluba Gebze Apresiasi Tugiman, Maestro Tani Pembimbing Petani Malind

John Gluba Gebze Apresiasi Tugiman, Maestro Tani Pembimbing Petani Malind
Tugiman di lahan pertanian Merauke (Dok JGG)

ASKARA – Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, memberikan apresiasi kepada Tugiman, seorang pelopor pertanian asal Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang telah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri di Kabupaten Merauke melalui sektor pertanian.

Menurut John Gluba Gebze, Tugiman merupakan salah satu tokoh penting yang turut meletakkan fondasi pertanian modern di Merauke sejak didatangkan pemerintah melalui program transmigrasi untuk mengoptimalkan potensi lahan yang luas dan subur di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

"Sang Maestro Penggiat Tani Tugiman telah malang melintang selama 30 tahun menekuni dunia pertanian sebagai pionir pertanian di Kabupaten Merauke. Beliau menjadi bagian dari upaya memanfaatkan keunggulan komparatif Merauke yang memiliki hamparan lahan datar nan luas untuk ditanami berbagai komoditas secara multicrops sehingga menghasilkan kelimpahan pangan," ujar John Gluba Gebze, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, Merauke memiliki potensi strategis bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal dan nasional, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dunia sebagaimana amanat Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

John menilai kontribusi Tugiman tidak berhenti pada keberhasilan bertani semata. Yang lebih penting, kata dia, adalah kesediaan Tugiman membagikan pengalaman dan keterampilan kepada masyarakat asli Malind melalui proses pendampingan yang dilakukan secara sukarela.

Berbagai pengetahuan pertanian, mulai dari pembuatan persemaian, penaburan benih padi, pemupukan, pengendalian hama, pencabutan bibit, pengolahan lahan, penanaman hingga panen, diajarkan secara langsung kepada generasi muda Malind.

"Seluruh tahapan proses pertanian dari hulu hingga hilir dibimbing dan dituntun sehingga kelak terbentuk petani-petani handal yang terampil. Dengan demikian, setiap jengkal tanah di negerinya tidak menjadi lahan tidur yang terbengkalai, tetapi menjadi lahan produktif yang menghasilkan kesejahteraan," katanya.

John Gluba Gebze secara khusus menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi Tugiman dalam mentransfer ilmu dan pengalaman praktis kepada putra-putra Malind.

"Kerja kecil yang dilakukan dengan ketulusan ini sesungguhnya merupakan amalan besar. Pengalaman kehidupan nyata dalam bidang pertanian direplikasi kepada generasi penerus. Inilah bentuk pengabdian yang sangat mulia," ungkapnya.

Ia mencontohkan kegiatan yang dilakukan Tugiman pada Senin (15/6/2026), ketika secara langsung mendampingi masyarakat membuat persemaian padi di Padepokan Wasur II, Merauke.

Bagi John Gluba Gebze, sosok seperti Tugiman merupakan teladan yang menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan teknologi dan modal, tetapi juga semangat berbagi ilmu, pendampingan, dan ketulusan dalam membangun manusia.

"Terima kasih kepada Sang Maestro Penggiat Tani. Apa yang ditanam hari ini bukan sekadar benih padi, melainkan juga benih pengetahuan, kemandirian, dan masa depan bagi anak-anak Malind dan tanah Papua Selatan," pungkasnya.

 

Komentar