Rabu, 17 Juni 2026 | 22:09
NEWS

Ditangkap KPK, Bupati Pemalang Diduga Terkait Kasus Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan

Ditangkap KPK, Bupati Pemalang Diduga Terkait Kasus Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (Dok Facebook)

ASKARA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengatakan, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) diduga terkait suap proyek dan jual beli jabatan. 

"Dugaan tindak pidana korupsi suap dan pungutan tidak sah dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan," ungkap Nurul Ghufron, Jumat (12/8).

Dikatakan Nurul Ghufron, komisi antirasuah juga menjaring sejumlah pihak lainnya.

Namun demikian, Nurul Gufron masih merahasiakan pihak-pihak yang ikut ditangkap tim satgas lembaga antirasuah tersebut. 

"Begitu juga barang bukti yang diamankan. Kami telah mengamankan beberapa orang sekitar 23 orang," kata dia.

Saat ini, kata Nurul Gufron, KPK sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

"Tim lidik KPK sedang memeriksa pihak yang terkait untuk memperjelas dugaan perbuatan dan pelakunya, pada saatnya nanti akan kami jelaskan secara lebih detail," terangnya.

Kabar penangkapan Bupati Pemalang juga dibenarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dia belum mengetahui lengkap sebab musabab Bupati Mukti terkena OTT KPK di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta.

"Ini peringatan untuk semuanya, sudahlah hentikan semuanya kejahatan model seperti itu," kata Ganjar seusai acara Jagongan Bareng Ajaib di Hotel Tentrem, Semarang, Kamis malam (11/8). 

Ganjar mengaku telah mewanti-wanti para kepala daerahnya untuk tidak terlibat atau berbuat di luar jalur untuk melancarkan aksi korupsi. 

"Saya sebenarnya sudah mengingatkan berkali-kali kepada kawan-kawan," ujarnya. 

Ganjar menyayangkan OTT yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pemalang tersebut. Dirinya belum mengetahui secara rinci penyebab KPK menangkapnya. 

"Tentu saja saya akan menunggu perkembangan yang ada," tandasnya.(jpnn)

Komentar